Jabodetabek.id

"Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoaks"

Dokter Tamara Jasmine Sebut Ada Pihak yang Menggoreng Komentarnya soal Pasien BPJS, Mengaku Tak Komentari Curhatan Yurizal

Permintaan maaf dokter Tamara Jasmine usai komentar mengenai pasien BPJS.
Permintaan maaf dokter Tamara Jasmine usai komentar mengenai pasien BPJS. (Foto: Threads/tamdjs)

Jabodetabek.Id – Dokter Tamara Jasmine akhirnya menyampaikan permintaan maaf usai memberikan komentar terkait pasien BPJS.

Video permintaan maaf yang diunggah oleh dokter Tamara Jasmine tersebut usai memanasnya kasus sejumlah tenaga kesehatan (nakes) yang dianggap tak berempati pada curhatan Yurizal Tri Chaerawan tentang menunggu ruangan di rumah sakit selama lebih dari 8 jam.

Warganet makin geram ketika dikabarkan bahwa Yurizal telah meninggal dunia, Tamara justru membuat utas lain hingga sempat beradu argumen di media sosial.

Ungkap Permintaan Maaf kepada Warganet

Dalam klarifikasinya, Tamara mengungkapkan permintaan maafnya kepada berbagai pihak.

“Saya minta maaf terhadap Tuhan, saya mohon ampun atas dosa dan khilaf. Saya minta maaf terhadap warga Threads atas tulisan saya yang menyinggung,” ujarnya dalam video yang diunggah di akun Threads miliknya, @tamdjs pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Selain kepada warganet, ia juga meminta maaf kepada masyarakat Indonesia karena aksinya tersebut.

Minta Maaf pada Institusi, Sebut Opini Pribadi

Lebih lanjut, Tamara menegaskan bahwa apa yang ia tulis adalah pandangan atau opini pribadinya, sehingga tak berkaitan dengan institusi.

“Apa yang saya tulis adalah murni dari diri saya sendiri, maka dari itu saya memohon maaf kepada keluarga, kerabat, dan rekan-rekan saya,” jelasnya.

“Serta, minta maaf kepada institusi yang menaungi saya, karena hal itu mereka jadi terdampak,” imbuhnya.

Sebut Komentarnya Tak Ditujukan kepada Yurizal

Adapun dalam klarifikasi yang ditulis dalam utas, Tamara menyebut dirinya tak secara spesifik berkomentar mengenai curhatan Yurizal.

“Saya tidak pernah komentar langsung di utas yang ditulis oleh kerabat almarhum. Silakan cek utas beliau tersebut, adakah komentar saya? Saya komentar di utas pihak lain untuk mencoba meluruskan masalah yang menurut saya penggiringan opini buruk soal BPJS,” tulisnya dalam utas yang diunggah pada Kamis, 6 Agustus 2026.

Menurutnya, utas tersebut kemudian ‘digoreng’ oleh pihak lain dan ramai disambungkan dengan komentar sejumlah nakes yang sudah menjadi sorotan lebih dulu.

“Hal itu digoreng oleh pihak ketiga, ditambah mungkin algoritma menghubungkan utas saya soal BPJS (di luar soal alm.Yurizal) ke situ,” terangnya.

Sementara atas kabar meninggalnya Yurizal, Tamara pun sempat mengungkap duka citanya.

“Saya berbelasungkawa atas meninggalnya Yurizal, semoga almarhum dilapangkan kuburnya dan keluarga diberi ketabahan. Aamiin,” tulisnya lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *