
Jabodetabek.id – Meski pandemi Covid-19 masih berlangsung, rupanya kondisi itu bukan satu-satunya ancaman kesehatan manusia saat ini. Sebab, peneliti di Jepang belum lama ini menemukan virus baru bernama Yezo.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, virus Yezo diketahui bisa menyebar ke manusia juga, sama seperti virus corona penyebab Covid-19.
Bahkan tak hanya menyebar, jika seseorang terpapar virus ini, penyakit serius akan dialami.
“Setelah dua minggu perawatan, dia dibolehkan pulang. Semua virus tick-borne yang diketahui pada saat itu hasil laboratoriumnya dinyatakan negatif pada tubuh si pria. Tahun berikutnya, pasien lain dirawat dengan gejala serupa setelah digigit kutu juga,” papar laporan tersebut, dikutip Jabodetabek.id, Senin (11/10/2021).
Baca Juga: Damkar Santa Barbara Dibuat Jengkel Karena Laporan Ini!
Sementara asal usul virus Yezo sebelumnya tidak jelas, tetapi para ahli akhirnya menemukan bagaimana virus itu menyebar.
Demam, serta berkurangnya jumlah leukosit dan trombosit darah, adalah beberapa gejalanya.
Peneliti Universitas Hokkaido, yang dipimpin ahli virologi Keita Matsuno dari Institut Internasional untuk Pengendalian Zoonosis, melakukan analisis genetik pada sampel darah dari dua pasien tersebut dan menemukan nairovirus baru.
“Keluarga virus ini mengandung ‘Virus Domba Nairobi’ dan virus demam berdarah Krimea-Kongo, yang keduanya ditularkan melalui gigitan kutu,” terang laporan ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications.
Baca Juga: Resmi Pemerintah Izinkan Wisatawan Mancanegara Masuk Bali, Simak Syarat Lengkapnya!
Menurut penelitian tersebut, para peneliti telah mencari bukti virus dalam sampel darah pasien yang memiliki gejala serupa dan dirawat di rumah sakit sejak 2014. Mereka menemukan bukti virus Yezo pada setidaknya lima orang lainnya.
Gejala yang muncul pada pasien yang terinfeksi virus Yezo pun mirip, yaitu mengalami demam tinggi, trombosit darah dan sel darah putih rendah. Pasien-pasien juga menunjukkan tanda-tanda fungsi hati yang abnormal.
Matsuno lebih lanjut mengkonfirmasi bahwa setidaknya tujuh orang terinfeksi virus baru ini di Jepang tetapi tidak ada kematian yang dikonfirmasi sejauh ini.
Para peneliti menemukan tanda-tanda antibodi Yezo pada rakun dan rusa Hokkaido Sika, yang merupakan hewan asli wilayah tersebut, setelah menyaring sampel darah yang diambil dari satwa liar selama periode 10 tahun mulai 2010. Studi ini juga menemukan RNA virus Yezo pada tiga spesies kutu utama di seluruh pulau di utara Jepang.
Baca Juga: Ramai Tjahjo Kumolo Sebar Hoaks, Kok Bisa? Anggota Komisi II DPR RI Gus Pardi Gaus Turut Menyoroti
“Meskipun tidak ada kematian terkait dengan Yezo sejauh ini, Matsuno percaya bahwa pengujian di luar Hokkaido dan di rumah sakit di seluruh Jepang sekarang sangat penting,” tutup laporan tersebut.
(Dari Bernagai Sumber)















Leave a Reply