Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Digantikan Guru Besar ITB Brian Yuliarto, Eks Mendikti Saintek Satryo Pernah Disorot usai Terlibat Kontroversi dengan Pegawai ASN

Potret Eks Mendikti Saintek, Satryo Brodjonegoro.
Potret Eks Mendikti Saintek, Satryo Brodjonegoro. (Foto: Dok. Kemdikti Saintek RI)

Jabodetabek.Id – Sedang hangat diperbincangkan publik Tanah Air terkait Presiden Prabowo Subianto yang melakukan pergantian menteri Kabinet atau reshuffle, pada Rabu, 19 Februari 2025.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro adalah menteri pertama yang terkena reshuffle ini.

Eks Mendikti Saintek itu digantikan oleh Brian Yuliarto yang juga dikenal sebagai Guru Besar ITB.

Hal itu berdasarkan Keppres nomor XXVIP tahun 2025 tentang pemberhentian dan pengangkatan menteri negara Kabinet Merah Putih periode tahun 2024-2029.

“Saya bersumpah akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darmabakti kepada bangsa dan negara,” begitu sumpah Brian sebagai Mendikti Saintek RI yang baru menggantikan Satryo Brodjonegoro di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 19 Februari 2025.

Berkaca dari hal itu, terdapat kilas balik perjalanan Eks Mendikti Saintek Satryo yang pernah menjadi buah bibir masyarakat Tanah Air. Berikut di antaranya.

1.Janji Cetak Generasi Muda yang Berjiwa Kritis

Mengintip perjalanan selama menjadi Mendikti Saintek sejak Oktober 2024 hingga Februari 2025, Satryo pernah melempar pernyataan menarik di hadapan publik Tanah Air.

Satryo pernah berjanji untuk mencetak generasi muda Tanah Air memiliki jiwa yang kritis dalam berpikir.

Eks Mendikti Saintek itu menilai, berpikir kritis (critical thinking) perlu dimiliki generasi muda untuk dapat bertahan di masa mendatang.

“Kita harus mentransformasikan metodologi pendidikan kita, dan harus membuat anak-anak kita semua punya critical thinking,” ujar Satryo usai serah terima jabatan di Gedung A Kemdikbud, Jakarta, pada 21 Oktober 2024 lalu.

“Kalau tidak, kita tidak bisa survive di masa depan,” lanjutnya.

2.Pernah Digeruduk Pegawai ASN di Kantor Kemdikti Saintek

Dalam kesempatan berbeda, pernah terjadi aksi demonstrasi ratusan pegawai ASN di depan kantor Kemendikti Saintek, Jakarta pada 20 Januari 2025 lalu.

Para pegawai ASN itu tampak membawa spanduk bertuliskan ‘Institusi negara bukan perusahaan pribadi Satryo dan Istri’. 

“Kami ASN, dibayar oleh negara, bekerja untuk negara, bukan babu keluarga,” teriak para ASN yang mengutarakan sindiran ke Satryo sebagaimana tertulis dalam spanduknya.

Sementara, di depan gedung Kemdikti Saintek terdapat spanduk bertuliskan: ‘Pak Presiden, selamatkan kami dari menteri pemarah, suka main tampar, dan main pecat’.

Terkait aksi ini, Satryo yang kala itu menjabat sebagai Mendikti Saintek RI  berharap pegawainya tidak ada lagi melakukan unjuk rasa. 

Satryo menjawab pertanyaan terkait unjuk rasa itu yang akan dibawa ke jalur hukum. Menurutnya, ASN memang tidak diperbolehkan melakukan unjuk rasa.

“Iya, karena kalau dilihat dari UU ASN, maka pegawai ASN itu tidak boleh melakukan demonstrasi atau unjuk rasa,” terang Satryo kepada awak media di rumah dinasnya, Jalan Widya Chandra, Jakarta Selatan, Senin, 20 Januari 2025.

“Orang kita juga satu kantor, kan lebih baik kita bicarakan saja, sampaikan, tidak perlu unjuk rasa. Itu memang ada aturannya yang melarang mereka unjuk rasa,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *