
Jabodetabek.Id- China melakukan uji coba peluncuran rudal balistik antarbenua yang disebut ICBM ke area Samudera Pasifik, pada Rabu, 25 September 2024.
ICBM yang membawa hulu ledak tiruan itu diluncurkan oleh pasukan roket tentara pembebasan rakyat (PLA) China.
Kementerian Pertahanan Tiongkok menyebut ICBM jatuh di wilayah laut yang diperkirakan terjadi pada pukul 8.44 pagi waktu setempat, dan peluncuran ICBM itu adalah rencana pelatihan tahunan pasukan roket di China.
Selain itu, pasukan roket PLA itu juga ditugaskan untuk memodernisasi kekuatan nuklir China. Hal tersebut mengingat Amerika Serikat (AS) juga melakukan peningkatan pertahanan rudal mereka.
Berkaca dari aksi peluncuran rudal ICBM yang dimiliki negara China, berikut ini negara-negara yang memiliki senjata nuklir di dunia:
Negara Pemilik Nuklir di Dunia
Direktur Kebijakan Organisasi Arms Control, Kelsey Davenport mengungkap negara-negara pemilik senjata nuklir di dunia yang terakhir diperbaharui pada Juli 2024. Berikut ini di antaranya:
Rusia
Persediaan militer Rusia terdiri dari 4.380 senjata nuklir, berupa rudal balistik antarbenua, rudal balistik kapal selam, dan pesawat pengebom berat.
Amerika Serikat
Persediaan stok militer AS berjumlah 3.708 senjata nuklir, berupa rudal balistik antarbenua, rudal balistik kapal selam, dan pesawat pengebom berat.
China
China memiliki 440 senjata nuklir berupa rudal balistik darat, rudal balistik laut, dan pesawat pengebom.
Prancis
Persediaan nuklir militer Prancis yaitu 290, yang di antaranya terdapat 48 rudal balistik kapal selam, dan 50 rudal jelajah.
Inggris
Persediaan senjata nuklir militer Inggris sebanyak 225, dengan 120 di antaranya merupakan rudal balistik kapal selam.
Negara-negara di atas, resmi diakui memiliki senjata nuklir dalam Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (NPT).
Berdasarkan Pasal VI NPT, negara-negara tersebut tidak seharusnya membangun dan memelihara senjata nuklir secara terus menerus.
“Mewajibkan negara-negara terkait melakukan negosiasi dengan itikad baik mengenai langkah efektif yang berkaitan dengan penghentian perlombaan senjata nuklir,” tulis pasal tersebut.
Oleh karena itu, data di atas merupakan penelitian Arms Control yang dilakukan secara terbatas.
Sebab, sebagian besar pemerintah negara pemilik nuklir itu membatasi informasi tentang persenjataan nuklir mereka.
Dari sisi lain, pengembangan sistem rudal canggih telah merevolusi peperangan di dunia.
Salah satunya, memungkinkan negara-negara untuk menyerang target dengan kecepatan dan akurasi yang sulit diperkirakan musuhnya.
Rudal Paling Mematikan di Dunia
Terdapat 5 jenis rudal tercepat dan paling mematikan di dunia, berikut ini di ulasan selengkapnya:
DF-41
ICBM dengan jenis DF-41 di China, menjadi rudal tercanggih dan tercepat di dunia. Rudal ini mampu mencapai kecepatan Mach 25 atau sekitar 30.625 kilometer per jam.
Sebagai catatan, Mach merupakan satuan kecepatan umum untuk mengekspresikan kecepatan suatu pesawat terbang relatif terhadap kecepatan suara. Selain itu DF-41 mampu menempuh jarak 15.000 kilometer.
DF-41 dilengkapi sistem pengaturan masuk dan kembali yang dapat ditargetkan secara mandiri (MIRV). Rudal ini dapat menyerang target di seluruh benua secara tepat.
UGM-133 Trisula II

Trisula II adalah rudal balistik yang diluncurkan dari kapal selam (SLBM) yang digunakan militer Amerika Serikat, dengan kecepatan Mach 24 atau sekitar 29.400 kilometer per jam.
Jangkauan Trisula II mencapai 12.000 kilometer, yang diterapkan pada kapal selam kelas Ohio milik AS dan kelas Vanguard milik Inggris.
Rudal ini merupakan komponen penting dari penangkal nuklir AS dan Inggris. Trisula II memiliki sistem operasi masuk dan kembali secara mandiri dan terkenal karena akurasinya yang tinggi.
LGM-30 Minuteman III
Minuteman III, merupakan rudal balistik antarbenua ICBM dari Amerika Serikat. Rudal ini merupakan elemen penting dari senjata nuklir AS yang melaju dengan kecepatan March 23 atau sekitar 28.300 kilometer per jam.
Jangkauan Minuteman III mencapai 13.000 kilometer, dan telah beroperasi sejak tahun 1970 di AS. Rudal ini dikenal mampu menghancurkan hulu ledak nuklir dengan akurasi yang terus ditingkatkan oleh militer AS.
Hwasong-15

Hwasong-15 adalah rudal balistik antarbenua ICBM di Korea Utara. Rudal ini mampu mencapai kecepatan Mach 22 atau sekitar 27.000 kilometer per jam dengan jangkauan 13.000 kilometer.
Rudal ini juga mampu mengirimkan muatan nuklir ke seluruh daratan benua, sehingga menimbulkan dampak signifikan bagi keamanan global.
RS-28 Sarmat

RS-28 Sarmat atau dikenal dengan ‘Satan 2’ adalah rudal balistik antarbenua ICBM milik Rusia.
Rudal ini melaju dengan kecepatan melebihi Mach 20 atau sekitar 24.500 kilometer per jam dengan jangkauan 18.000 kilometer.
Sebagai salah satu ICBM terkuat, RS-28 Sarmat mampu membawa hulu ledak nuklir dan menyebarkan tindakan pencegahan untuk menghindar dari pertahanan rudal.
Selain itu, rudal ini terkenal mampu menyerang target di mana saja selama target tersebut berdiri pada dataran dunia.










Leave a Reply