
Jabodetabek.Id- Sedang hangat diperbincangkan sebagian penggemar Timnas Indonesia, momen Ketua Umum PSSI Erick Thohir membawa Patrick Kluivert beserta para asistennya untuk bertemu dengan Wakil Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa.
Tampak dalam cuplikan video singkat yang dibagikan Erick Thohir melalui akun Instagram pribadinya @erickthohir, momen perkenalan Kluivert cs dengan Ogawa justru berubah menjadi ajang nostalgia penuh kejutan.
Dalam momen itu, Ogawa langsung mengenali Kluivert seraya mengingat kembali kenangannya menonton Kluivert dan asistennya, Gerald Vanenburg saat masih merumput di lapangan.
Kluivert dan Vanenburg pun tampak tidak menyangka Ogawa memiliki banyak kenangan dengan mereka saat masih aktif bermain.
“Saat Anda datang ke Jepang saat berusia 16 tahun, Anda ke Shizuoka. Saya ada di pertandingan itu,” ungkap Ogawa dalam unggahan Instagram pribadi Erick Thohir @erickthohir, pada Kamis, 6 Februari 2025.
Kluivert yang mendengar hal ini tampak terkejut dan penasaran dengan penuturan Ogawa.
“Serius? Tapi saya mencetak gol, kan?” balas Kluivert sambil tersenyum kepada Ogawa.
Tak berhenti di situ, Ogawa juga mengingat Gerald Vanenburg yang dahulu pernah bermain di klub Jepang Jubilo Iwata antara tahun 1993-1996.
“Saya sudah menonton pertandingan Anda lebih dari 10 kali saat Anda bermain untuk Jubilo Iwata,” tutur Ogawa kepada Vanenburg.
“Ya, itu benar,” jawab Gerald dalam kesempatan yang sama.
Ogawa kemudian mengungkapkan bahwa rumahnya berada di Shizuoka, sehingga ia sering menyaksikan pertandingan Gerald Vanenburg secara langsung.
Melihat momen ini, Erick Thohir pun tak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya.
“Menarik, Ternyata Ogawa juga ingat Anda (Vanenburg),” ujar Erick sambil menunjuk ke arah Vanenburg.
Setelah momen nostalgia Ogawa terhadap Kluivert dan Vanenburg sebagai legenda sepak bola asal Belanda pada masanya, Erick Thohir pun mengungkap peran sang instruktur wasit asal Jepang itu kepada para pelatih Timnas Indonesia.
Erick Thohir: Membersihkan Liga dengan Sistem Wasit yang Baik
Dalam kesempatan yang sama, Erick Thohir mengungkap peran Ogawa di PSSI kepada Kluivert cs.
“Ogawa membantu kami dalam sistem perwasitan untuk mengubah segalanya, juga dibantu oleh Pratap dari India, Daniel dari Singapura. Ini adalah tim mereka,” ucap Ketum PSSI.
Selain itu, Erick menegaskan bahwa PSSI berkomitmen untuk membersihkan sepak bola Indonesia dari pengaturan skor serta menerapkan sistem VAR yang lebih baik.
“Kami harus membersihkan liga dengan sistem perwasitan yang lebih baik,” terang Erick Thohir.
“Karena kalau kita bersatu seperti ini, kerja sama jadi lebih mudah dan bisa membawa sepak bola Indonesia semakin maju,” lanjutnya.
Terkait hal itu, Ogawa memiliki pengalaman panjang di dunia perwasitan. Instruktur wasit asal Jepang itu pernah menjabat sebagai Direktur Perwasitan AFC selama 9 tahun.
Ogawa bersama tim instruktur wasit, diharapkan dapat membawa sepak bola Tanah Air khususnya membangun Liga Indonesia ke level yang lebih tinggi.
Berkaca dari hal itu, Ogawa menandatangani kontrak kerja sama dengan PSSI untuk tiga tahun ke depan, 2024 hingga 2027.
Ogawa: Mewujudkan Instruktur Wasit Indonesia Perlu Kesabaran
Dalam kesempatan berbeda, pada acara lokakarya di Jakarta pada 7 Desember 2024, Yoshimi Ogawa pernah mengatakan selain meningkatkan kualitas wasit Indonesia.
Salah satu fokus utama sang instruktur wasit asal Jepang saat ini adalah menambah jumlah instruktur wasit.
“Mengenai instruktur, saat ini mustahil mendapatkan 100-200 instruktur. Tapi kami sudah memulai kursus-kursus untuk instruktur, saat ini sudah ada 15 instruktur nasional,” terang Ogawa.
Mantan wasit di liga Jepang itu menjelaskan pada Januari atau Februari 2025, pihaknya akan melakukan lokakarya untuk membuat kurikulum bagi wasit.
“Kemudian kami akan kirim ke instruktur-instruktur wasit di tingkat provinsi agar mereka bisa menyelenggarakan kursus-kursus untuk wasit-wasit di sana,” sebut Ogawa.
Ogawa meyakini bahwa setelah empat sampai lima tahun, PSSI akan memiliki banyak instruktur wasit dan wasit yang bagus di level provinsi, namun agar dapat mewujudkannya dibutuhkan waktu dan kesabaran.
“Saat ini kami sudah mempelajari situasi di provinsi-provinsi, apa yang saat ini kami miliki,” ungkap Ogawa.
“Kemudian kami dapat menyediakan rencana untuk memecahkan masalah itu. Itu sebabnya harus selangkah demi selangkah,” tandasnya.











Leave a Reply