
Jabodetabek.Id – Artis Nikita Mirzani kembali mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan untuk menindaklanjuti kasus dugaan aborsi yang dialami sang anak Laura Meizani (Lolly) oleh pacarnya, Vadel Badjideh.
Nikita mengaku tengah merancang laporan baru dengan melibatkan seluruh anggota keluarga Vadel.
“Kan gue bilang, satu keluarga gue boyong semua masuk penjara,” kata Nikita di Polres Jakarta Selatan, pada Senin, 23 September 2024.
“Seibu-ibunya kalau bisa keluarganya semua. Kalau bisa tetangganya juga kalau tahu masalah ini gue jerat juga,” sebutnya.
Sementara itu, laporan baru itu belum didaftarkan karena Nikita ingin fokus pada laporan yang sedang berjalan sebelumnya.
“Jadi kita tunggu satu proses berjalan, nanti kita buatkan laporan lagi,” tegasnya.
Sebelumnya, Nikita sudah membuat laporan yang dialamatkan pada Vadel terkait pasal UU Perlindungan Anak, UU Kesehatan, dan KUHP.
Dari sisi yang lain, mantan suami Nikita bernama Antonio Dedola mendadak muncul ke publik, di tengah kisruh masalah yang menimpa putrinya, Lolly.
Antonio membagikan unggahan di media sosial Instagram dengan mengaku memiliki sebuah rahasia penting, dan menyebut sesuatu hal untuk disebarkan ke publik.
“Ini pesan penting, aku butuh bantuan kalian. Dalam 48 jam, aku akan memberitahunya, namun jika banyak orang yang melihat reels ini,” tulis Antonio dalam unggahan akun Instagram @toni.dedola, pada Selasa, 24 September 2024.
Menilik lebih dekat dengan kasus yang dialami Lolly sebagai seorang anak remaja berusia 17 tahun, menunjukkan pentingnya peran orang tua dalam menjaga kesehatan mentalnya.
Sebab, dugaan aborsi yang dilakukan dalam hubungan remaja alias ‘pacaran’ Lolly dan Vadel kian hangat diperbincangkan publik.
Selain itu, perlu adanya pemahaman mendalam agar tidak adanya spekulasi ‘liar’ yang bermunculan di kalangan remaja.
Terkhusus, peran orang tua dalam menjaga kesehatan mental bagi anaknya yang tengah beranjak dewasa, berikut ini hal-hal yang perlu dicermati:
Peran Orang Tua Bagi Kesehatan Mental Anak Remajanya
Dokter Spesialis Pengobatan Remaja di Philadelphia, AS, Kenneth R. Ginsburg dalam bukunya ‘Congrats You’re Having a Teen’ menyebut, masa-masa remaja tidak boleh dibiarkan begitu saja.
Menurutnya, pendidikan dari orang tua kepada anaknya sedari kecil, akan membentuk kepribadian sang anak secara perlahan hingga masa remaja.
Ginsburg juga berpendapat, perubahan perilaku yang terjadi pada masa remaja merupakan sesuatu yang lumrah terjadi.
Namun, kebanyakan orang tua mulai khawatir melihat sosok baru yang ada di dalam diri anaknya sejak masa remaja.
“Kita mungkin dapat melihat perubahan dalam kebiasaan anak yang berdampak besar bagi orang tuanya,” kata Ginsburg dalam buku tersebut.
Fenomena Masa Remaja yang ‘Brutal’
Masih dalam penelitian yang sama, fenomena perilaku remaja cenderung melawan dan sulit diatur.
Hal itu karena mereka ingin mengembangkan jati diri, menguji batasan, dan menegaskan kewenangan mereka.
Tantangan terbesarnya, adalah hal tersebut dapat membuat hubungan orang tua dan anak remajanya menjadi renggang.
Ginsburg mengatakan hal tersebut membuat peran orang tua sangat penting untuk menjaga kesehatan mental anak remajanya.
“Setiap penelitian mengatakan bahwa remaja sangat peduli dengan apa yang dipikirkan orang tua mereka,” terangnya.
“Itulah faktanya. Mengetahui apa yang dialami anak setiap hari menunjukkan adanya keterlibatan orang tua, dapat berkomunikasi, dan membentuk kepribadian dirinya,” tambahnya.
Meningkatkan Harga Diri
Orang tua dapat membantu meningkatkan harga diri anaknya. Sebab, harga diri membuat mereka merasa senang dengan diri sendiri.
Orang yang memiliki harga diri merasa disukai dan diterima dalam masyarakat. Selain itu, anak remaja akan merasa bangga dan percaya pada diri mereka sendiri.
Berbeda dengan orang dengan harga diri rendah, cenderung bersikap keras pada diri mereka, dan berpikir mereka kurang dalam hal apapun.
Orang tua memainkan peran penting untuk mendatangkan harga diri yang terbentuk di dalam benak anak remajanya.
Hal ini menuntut orang tua sabar dalam menyikapi kesalahan yang dilakukan anak mereka yang memasuki masa remaja.
Perhatikan juga lingkungan sekitar mereka dari tindakan perundungan dan ejekan kejam yang dapat merusak harga diri mereka.










Leave a Reply