Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Beri Tandingan pada Konten Viral Willie Salim yang Dinilai Merugikan, Influencer Gandeng Berbagai Lapisan Masyarakat Gelar Makan Bersama 1 Ton Rendang

Masyarakat Palembang akan Makan Bersama 1 Ton Rendang Setelah Merasa Dipermalukan Willie Salim.
Masyarakat Palembang akan Makan Bersama 1 Ton Rendang Setelah Merasa Dipermalukan Willie Salim. (Foto: instagram.com/willie271_ dan achmad_fuadi_irawan)

Jabodetabek.Id – Setelah sempat viral dengan konten rendang 200 kilogram yang lenyap dalam 15 menit, Willie Salim kini menghadapi respons dari masyarakat Palembang.

Sekelompok warga setempat membentuk panitia khusus dan merencanakan aksi balasan yang lebih besar.

Mereka menargetkan memasak 1.000 kilogram daging untuk diolah menjadi rendang dan dibagikan kepada warga.

Sebelumnya, Willie Salim menjadi sorotan setelah membuat konten yang menampilkan daging rendang yang dijaga polisi.

Awalnya, ia berencana memasak 200 kilogram daging sapi untuk buka bersama warga di sekitar Benteng Kuto Besak (BKB) pada Selasa 18 Maret 2025.

Namun, tanpa diduga, daging tersebut lenyap dalam waktu 15 menit, diambil oleh warga sekitar.

Willie Salim kemudian membagikan kisahnya di media sosial dengan judul “200 Kilo Rendang Lenyap dalam 15 Menit“.

Namun, alih-alih mendapatkan simpati, kontennya justru menuai kontroversi.

Banyak warganet menilai bahwa konten tersebut hanya dibuat untuk mencari sensasi agar viral.

Beberapa pihak juga menganggap bahwa Willie Salim secara tidak langsung merendahkan warga Palembang karena menampilkan mereka sebagai orang yang mengambil daging tanpa izin.

Salah satu warga Palembang yang juga seorang konten kreator lokal dan pemerhati wisata, Susan, menyatakan kekecewaannya terhadap aksi Willie Salim.

Ia bersama sejumlah warga merencanakan acara memasak rendang dalam skala besar di Benteng Kuto Besak (BKB) pada Kamis 27 Maret 2025.

“Apa niat dari Willie kita tidak tahu, tapi yang pasti sebagai warga Palembang kami kesal. Kami akan mengadakan masak besar di BKB,” ujar Susan pada Minggu 23 Mare 2025.

Menurut Susan, jumlah daging yang akan dimasak dalam acara ini jauh lebih banyak daripada yang disiapkan oleh Willie Salim.

Sejumlah organisasi di Palembang, termasuk Gerakan Cinta Rakyat (Gencar), turut memberikan dukungan dengan menyumbangkan 300 kilogram daging sapi.

Acara ini bertajuk “Recovery Sosial Rendang“, yang bertujuan untuk memulihkan citra Kota Palembang yang dianggap tercoreng akibat konten viral tersebut.

Panitia acara menargetkan pengolahan hingga 1.000 kilogram daging sapi menjadi rendang, yang akan dibagikan kepada masyarakat sekitar.

Rencana ini bahkan telah dibahas secara matang dalam sebuah rapat dan terekam dalam unggahan akun Instagram @achmad_fuadi_irawa.

Dalam unggahannya, Achmad menuliskan:

“Rapat persiapan makan besar bersama warga Palembang di BKB pada 27-03-2025, yang diinisiasi oleh DPP Gencar Indonesia, Hipmi Kota Palembang, dr. Richard Lee, dan Pemerintah Kota Palembang.”

“Perkiraan 1 ton sapi dan 500 ayam potong untuk 10.000 warga Kota Palembang,” jelasnya.

Acara ini bukan hanya sebagai aksi balasan terhadap Willie Salim, tetapi juga sebagai ajang untuk menunjukkan kebaikan hati dan keramahan warga Palembang.

Dengan mengadakan acara makan bersama dalam skala besar, mereka ingin membuktikan bahwa masyarakat Palembang memiliki budaya berbagi dan tidak seperti yang mungkin tergambar dalam konten viral tersebut.

“Ini bukan sekadar masak besar, ini adalah cara kami menunjukkan solidaritas dan bahwa Palembang adalah kota yang ramah dan dermawan,” tambah Susan.

Dengan persiapan matang dan dukungan dari berbagai pihak, acara ini diharapkan berjalan lancar dan menjadi bukti bahwa masyarakat Palembang tetap menjunjung tinggi nilai gotong royong dan kebersamaan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *