
Jabodetabek.Id – Memasuki awal tahun 2025, penggemar sepak bola di Indonesia mendapatkan berbagai kabar menghebohkan dari PSSI.
Mulai dari pengakhiran kerja sama PSSI dengan pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong (STY), pada Senin, 6 Januari 2025.
Kemudian, kedatangan juru taktik baru asal Belanda, Patrick Kluivert bersama dua asistennya, Alex Pastoor dan Deny Landzaat yang akan menukangi skuad Garuda, sejak diperkenalkan pada Minggu, 12 Januari 2025.
Selain dari sisi pelatih, Menteri Pemuda dan Olahraga Dito Ariotedjo baru-baru ini mengemukakan terkait 3 pemain Grade A atau level kemampuan mumpuni di Eropa sebagai calon pemain diaspora anyar Timnas Indonesia.
Terkait hal ini, Dito mengaku pihaknya masih menunggu pengajuan dokumen naturalisasi dari striker sekaligus rekan Marselino Ferdinan di Oxford United, Ole Romeny dari Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) untuk memperkuat Tim Nasional Indonesia.
“Saat ini (pengajuan dokumen naturalisasi Ole Romeny) belum, jadi kami prinsipnya hanya menunggu,” kata Dito Ariotedjo kepada awak media di Jakarta, pada Rabu, 15 Januari 2025.
Dito juga menjelaskan, rencana naturalisasi Ole Romeny yang saat ini memperkuat FC Utrecht di Liga Belanda kemungkinan besar terwujud, seraya menyebut dua pemain lainnya, yakni Jairo Riedewald dan Mitchel Bakker.
“Yang sudah dijamin (untuk naturalisasi) adalah Ole (Romeny), dua lagi (Jairo Riedewald dan Michel Bakker) sedang proses,” terangnya.
Di sisi lain, penggemar Garuda pun perlu mengetahui sepak terjang 3 calon diaspora Timnas Indonesia itu. Mari mengintip asal usul keturunan hingga pengalaman karier mereka, berikut ulasan selengkapnya
1.Ole Romeny
Romeny merupakan striker asal Belanda yang kini masuk dalam radar PSSI untuk dinaturalisasi.
Pemain kelahiran Nijmegen, Belanda yang kini berusia 24 tahun ini dikabarkan memiliki garis keturunan Indonesia dari keluarga sang ibu.
Nenek Ole Romeny dari sisi keluarga ibu kabarnya berasal dari Medan, Sumatera Utara.
Striker jangkung setinggi 185 cm ini berposisi sebagai penyerang yang bisa bermain di lini tengah maupun menjadi ujung tombak di depan.
Pada musim 2023-2024, Romeny membela klub Eredivisie Belanda, FC Utrecht. Kini calon striker di era Kluivert itu resmi berseragam Oxford United, klub yang juga dibela gelandang Timnas Indonesia, Marselino Ferdinan.
Dilansir dari Transfermarkt, Romeny memulai karier sepak bolanya dengan menimba ilmu di DVOL Lent pada periode tahun 2005-2011.
Romeny melanjutkan karier di klub mudanya dengan bergabung ke klub kota kelahirannya, NEC Nijmegen pada tahun 2011-2018.
Terkini, nilai pasar Romeny mencapai Rp26,07 miliar. Angka saat ini merupakan nilai pasar tertinggi yang pernah dicapai oleh calon diaspora Timnas Indonesia itu.
2.Jairo Riedewald
Jairo berposisi sebagai gelandang bertahan, pemain dengan postur 182 cm itu juga bisa menjadi bek tengah hingga bek kiri.
Dengan kemampuan serta pengalamannya bermain di Eropa, Jairo dapat menambah kekuatan di lini pertahanan Timnas Indonesia.
Gelandang yang berposisi mirip Thom Haye itu merupakan pria kelahiran Haarlem, Belanda, yang kini berusia 28 tahun.
Jairo mempunyai garis keturunan Indonesia dari sang ibu, tepatnya dari neneknya yang merupakan orang asli Manado, Sulawesi utara. Sedangkan ayahnya keturunan Suriname.
Karier sepakbolanya diawali di akademi SV Overbos, kemudian Jairo pindah ke akademi Haarlem pada tahun 2007 lalu.
Pada tahun 2008, Ajax Amsterdam menerima Jairo untuk membela tim muda Ajax dari tim kelompok 17-21 tahun.
Kemudian, Jairo promosi ke tim utama Ajax kala dirinya berusia 18 tahun pada 2014 lalu. Kala itu, dirinya mendapat kepercayaan dari Ajax yang kala itu dilatih oleh Frank de Boer.
Selama tiga musim di tim utama Ajax, Riedewald mengemas 93 penampilan dengan kontribusi tiga gol dan tiga assist di Eredivisie.
Pada usia yang baru 21 tahun, Riedewald menerima tawaran Crystal Palace untuk merumput di Premier League. Mahar 9 juta euro atau Rp153 miliar jadi nilai pasar tertinggi Jairo.
3.Mitchel Bakker
Bek kiri LOSC Lille, Bakker tengah menjadi perbincangan publik sepak bola Tanah Air.
Bakker diklaim memiliki darah keturunan Indonesia yang berasal dari kakeknya yang lahir di Maluku.
Bek jangkung berpostur 189 cm itu lahir di Purmered, Belanda, dan kini usianya 24 tahun.
Bakker memulai karier juniornya di Ajax Amsterdam sebelum kemudian merumput di beberapa klub top Eropa.
Kala itu, Bakker masuk ke tim kelompok usia 17-21 Ajax pada periode tahun 2015-2019.
Kemudian bek jangkung keturunan Maluku itu sempat membela klub Perancis, PSG (2021) dan Bayern Leverkusen (2021-2023).
Pada tahun 2024, Bakker mencapai pencapaian terbesarnya ketika ia membawa Atalanta ke final Liga Europa.
Terkini, Bakker sedang menjalani masa peminjaman di LOSC Lille dari Atalanta sejak awal musim 2024-2025.
Pada 4 Januari 2025, PSSI membidik Bakker untuk dinaturalisasi demi memperkuat skuad Timnas Indonesia.
Bakker memiliki nilai pasar tertinggi sebanyak Rp235,3 miliar rupiah saat masih bersama Bayern Leverkusen pada tahun 2022 lalu











Leave a Reply