Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Terlihat Sama Namun Beda, Simak Perbedaan Barcode dan QR Code Berikut Ini

Jabodetabek.id – Selama pandemi Covid-19 lantaran untuk menghindari kontak fisik membuat penggunaan kode batang (barcode) dan kode QR (QR code) semakin masif.

Barcode dan QR code seperti dua hal yang sama jika dilihat sepintas. Namun, keduanya memiliki bentuk yang berbeda kalau dilihat lebih seksama.

Meski demikian, ada beberapa perbedaan antara dua teknologi pemindaian yang membuat QR Code ideal untuk pembayaran bebas sentuh.

Baca Juga: Scan QR Code PeduliLindungi Bisa di 4 Aplikasi Ini, Simak Caranya

Melansir dari situs PayPal, Selasa (12/10/2021), simak perbedaan definisi dan fungsi barcode dan QR code :

1. Barcode

Barcode merupakan label pemindaian yang sering Anda lihat di bagian belakang kemasan produk atau dikenal dengan istilah barcode satu dimensi atau 1D Barcode.

Setiap barcode memiliki serangkaian garis vertikal, dengan ketebalan dan jarak antar garis yang menentukan kode tertentu yang terikat pada suatu produk.

Baca Juga: Tidak Wajib Scan QR Code di Stasiun MRT Jakarta, Ketahui 4 Kriteria Penumpang Berikut Ini

Kasir dapat secara otomatis menemukan produk di database toko dengan menggunakan pemindai kode batang untuk memindai label, alih-alih menghabiskan waktu untuk mengetikkan angka.

Saat ini, barcode tidak hanya tertempel pada bagian belakang kemasan. Pasalnya, orang-orang menggunakan barcode untuk melacak paket, melakukan verifikasi tanda keamanan, memeriksa buku di perpustakaan dan hampir semua tujuan pemindaian lain.

Ada beberapa jenis barcode yang berbeda. Beberapa dapat diakses menggunakan dengan smartphone, sementara yang lain memerlukan peralatan pemindaian khusus.

2. QR Code

Kode QR atau QR Code merupakan sebuah kotak yang dapat dipindai di mana semakin populer dalam beberapa tahun terakhir.

Anda mungkin pernah melihat kotak di toko dengan kode QR yang mendorong pembeli untuk mengunduh aplikasi, mendaftar ke program loyalitas pelanggan, atau mendapatkan informasi lebih lanjut tentang suatu produk.

QR code berfungsi seperti tautan (link). Alih-alih diklik, kode itu justru dipindai menggunakan kamera smartphone.

Layaknya tautan, pelanggan diarahkan ke lokasi digital seperti halaman web, aplikasi, atau portal pembayaran setelah memindai QR code.

Tidak seperti barcode satu dimensi, QR code terdiri dari dua dimensi (2D) dan tiga dimensi (3D).

QR code 2D: Dicetak pada permukaan datar seperti kertas atau papan nama dan seperti kode QR yang dibayangkan pada umumnya.

2D dapat dipindai dan dibaca dengan benar dari segala arah, bahkan jika kode (atau telepon) terbalik.

Dan karena QR code 2D dapat dicetak menggunakan printer biasa. QR code jenis ini tersebut nyaman bagi pembeli dan pemilik bisnis.

QR code 3D: kode terlihat seperti QR code 2D, tetapi dibuat menggunakan pengukir khusus atau printer 3D untuk mencetak pada ketinggian yang berbeda di dalam kode itu sendiri.

Perbedaan antara barcode dan QR code :

Meskipun barcode dan QR code memiliki fungsi yang sama, QR code mampu menyimpan informasi hingga seratus kali lebih banyak daripada barcode.

Barcode sangat bagus dalam mengomunikasikan kumpulan informasi kecil makanya digunakan untuk label kemasan atau pelacakan yang menghubungkan pemindai ke database informasi.

Pembuatan QR code sama mudahnya dengan barcode, meskipun menyimpan lebih banyak data.

Ini menjadikannya pilihan pembayaran tanpa sentuhan (cashless) yang nyaman bagi pemilik bisnis dan pelanggan mereka. (Dari Berbagai Sumber).

QR Code aplikasi PeduliLindungi di LRT Jakarta
QR Code aplikasi PeduliLindungi di LRT Jakarta (Foto: LRT Jakarta )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *