Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Presiden Filiphina Kerahkan ‘Dokter Ninja’ untuk ‘Memaksa’ Warga Suntik Vaksin Pada Waktu Tidur

Presiden Filiphina Rodrigo Duterte menyampaikan ide aneh untuk "memaksa" warga penolak vaksin Covid-19 mendapatkan inokulasi. (Foto: Dok Net/ Istimewa).
Presiden Filiphina Rodrigo Duterte menyampaikan ide aneh untuk "memaksa" warga penolak vaksin Covid-19 mendapatkan inokulasi. (Foto: Dok Net/ Istimewa).

Jabodetabek.id – Vaksinasi memang bisa dikatakan cara yang cukup berhasil untuk mengatasi virus Covid-19 di dunia ini, karena dari berita dan survei yang beredar dengan vaksinasi angka kematian di suatu bisa berkurang. Dan ini pun terbukti.

Karena itu, Presiden Filiphina Rodrigo Duterte menyampaikan ide aneh untuk “memaksa” warga penolak vaksin Covid-19 mendapatkan inokulasi.

Duterte mengusulkan untuk mengerahkan ‘dokter ninja’ yang menyuntikkan vaksin Covid-19 ke rumah-rumah warga saat mereka sedang tidur.

Hal ini diusulkan Duterte saat berpidato pada Senin (11/10).

Baca juga : KTT Virtual Pemimpin G20, Janji Cegah Bencana Ekonomi di Afghanistan

“Saya tahu banyak orang masih ragu-ragu,” kata Duterte, dikutip Jabodetabek.id dari RT.

“Jadi temukan mereka di barangay (lingkungan) Anda. Mari kita masuki rumah mereka dan memvaksinasi mereka saat mereka tidur. Selesai,” usulnya.

Presiden juga mengatakan jika dia siap secara pribadi memimpin razia imunisasi malam hari.

Dan ini jelas dianggap candaan oleh warganya, di mana Duterte berusaha untuk meyakinkan warganya agar mau lakukan vaksin Covid-19.

Bukan hanya itu saja, Duterte juga mengatakan dirinya turut bertanggung jawab atas kegagalan pemerintahnya dalam memperoleh dosis yang cukup untuk peluncuran vaksin yang lebih cepat awal tahun ini.

Baca juga : Gak Boleh Main TikTok, Remaja Perempuan Tewas Gantung Diri

Meski begitu tercatat jika bahkan kampanye vaksinasi yang terbatas itu telah mengurangi penyebaran Covid.

Filiphina memulai program imunisasi Covid-19 pada Maret, dengan menggunakan vaksin Sinovac China.

Duterte sebelumnya menyalahkan negara-negara kaya karena menimbun dosis yang tersedia dan meninggalkan negara-negara seperti Filiphina.

Duterte sebelumnya telah menyarankan pendekatan yang keras untuk warga yang menolak vaksin.

Dan pada Juni, dia mengatakan mereka yang tidak ingin menerima suntikan vaksin harus meninggalkan negara itu atau dipenjara dan disuntik dengan paksa.

“Saya akan menangkap Anda (dan) lalu saya akan menyuntikkan vaksin ke bokong Anda,” kata Duterte. (Dari berbagai sumber).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *