
Jabodetabek.id – Pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Taliban mengenai isu bantuan kemanusiaan untuk Afghanistan saat pertemuan di Qatar selama akhir pekan “berbobot”. Demikian kata juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price pada Selasa (12/10).
Dia mengatakan, pembicaraan antara kedua pihak “sangat positif”. Selama pertemuan dua hari antara perwakilan Taliban dan pejabat AS keduanya membahas akses bantuan kemanusiaan.
Pembicaraan itu diikuti juga sejumlah komunitas intelijen dan Lembaga Pembangunan Internasional AS.
Menurutnya, pembicaraan itu berfokus pada isu keamanan dan terorisme, HAM, serta soal perjalanan yang aman bagi warga asing maupun para warga Afghanistan sekutu AS untuk meninggalkan negara tersebut.
Baca juga : Presiden Filiphina Kerahkan ‘Dokter Ninja’ untuk ‘Memaksa’ Warga Suntik Vaksin Pada Waktu Tidur
Washington sering kali menyerukan penguasa baru Afghanistan agar membuktikan penghormatan terhadap HAM, termasuk hak kaum perempuan dan anak perempuan, supaya mendapatkan legitimasi internasional.
“Delegasi menjelaskan, seperti yang telah kami sampaikan secara konsisten, jika pada akhirnya Taliban akan dinilai tidak hanya melalui kata-katanya tapi juga melalui tindakannya,” kata Price.
Dan dengan pertemuan terpisah dari perwakilan Taliban yang menyertakan pejabat Uni Eropa serta pejabat AS berlangsung pada Selasa, katanya.
Baca juga : KTT Virtual Pemimpin G20, Janji Cegah Bencana Ekonomi di Afghanistan
Semenjak Taliban mengambil alih kekuasaan pada Agustus, pemerintah AS membekukan bantuan bilateral untuk Afghanistan.
Tapi dalam hal ini, AS mengatakan masih menyediakan bantuan melalui LSM.
Lalu muncul lagi seruan agar cadangan pemerintah yang ditahan di AS bisa diakses oleh pemerintah baru pimpinan Taliban untuk meredakan krisis kemanusiaan yang semakin berkembang. (Dari berbagai sumber).














Leave a Reply