Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Campur Tangan Taliban, PIA Batalkan Penerbangan ke Kabul

Pakistan International Airlines (PIA) telah membatalkan penerbangan ke Kabul, ini juga terjadi setelah adanya campur tangan Taliban soal harga tiket. (Foto: Dok Net/ Istimewa).
Pakistan International Airlines (PIA) telah membatalkan penerbangan ke Kabul, ini juga terjadi setelah adanya campur tangan Taliban soal harga tiket. (Foto: Dok Net/ Istimewa).

Jabodetabek.id – Penerbangan internasional di Kabul yang mulai beroperasi dan dibuka ini sepertinya sedikit ada kendala.

Ini dikarenakan Pakistan International Airlines (PIA) telah membatalkan penerbangan ke Kabul, ini juga terjadi setelah adanya campur tangan Taliban soal harga tiket.

Dan saat ini, PIA adalah satu-satunya maskapai internasional yang beroperasi secara teratur ke ibu kota Afghanistan.

“Penerbangan kami sering menghadapi penundaan yang tidak seharusnya karena sikap tidak profesional dari otoritas penerbangan Kabul,” kata Abdullah Hafeez Khan, juru bicara PIA, seperti dikutip Jabodetabek.id dari Al Jazeera, Kamis (14/10).

Baca juga : Korban Kejahatan di Inggris dan Wales Makin Meningkat dan Targetnya Muslim

Pakistan International Airlines (PIA) telah membatalkan penerbangan ke Kabul, ini juga terjadi setelah adanya campur tangan Taliban soal harga tiket.

“Rute ini akan tetap ditangguhkan sampai situasi menjadi kondusif,” katanya.

Sebelum itu, Taliban memperingatkan PIA dan maskapai Afghanistan Kam Air jika rute penerbangan mereka ke Afghanistan beresiko diblokir.

Kecuali dua maskapai itu setuju untuk memotong harga tiket yang telah melonjak tinggi di luar jangkauan sebagian besar warga Afghanistan.

Baca juga : Wow! Belanda Perbolehkan Keturunan Kerajaan Nikah Sesama Jenis dan Gelar Kerajaan Tetap Ditangan

Banyak sebagian besar maskapai tidak lagi terbang ke Afghanistan.

 
 
Tiket untuk penerbangan ke ibukota Pakistan, Islamabad dari Kabul, dijual seharga USD2.500 atau sekitar Rp35 juta. Saat normal yaitu USD150 atau 2,1 juta.
PIA, mengatakan telah mempertahankan penerbangan ini tidak serta merta atas dasar kemanusiaan dan membayar lebih dari USD400 ribu sebagai premi asuransi.
 
“Ini hanya dapat dimungkinkan jika 300 penumpang tersedia,” kata Khan.
 
PIA juga mengatakan, jika sejak pemerintahan baru Taliban dibentuk, stafnya di Kabul menghadapi perubahan sampai menit-menit terakhir dalam hal peraturan dan izin terbang.
 
Bukan itu saja PIA juga mendapatkan perilaku intimidasi dari komandan Taliban.

Ada perwakilan negaranya telah ditahan di bawah todongan senjata selama berjam-jam dalam satu insiden dan baru dibebaskan setelah kedutaan Pakistan di Kabul turun tangan.

Sejak Taliban mengambil alih Afghanistan banyak penerbangan antara Afghanistan dan Pakistan dibatasi saat bandara Kabul dibuka kembali.
 
Abdullah, seorang karyawan perusahaan farmasi berusia 26 tahun, mengatakan, penerbangan PIA telah menjadi “jendela kecil” bagi warga Afghanistan yang mencoba meninggalkan negara itu.
 
“Kami sangat membutuhkan penerbangan ini. Perbatasan ditutup, sekarang jika bandara ditutup, kita semua seperti di dalam sangkar,” katanya. (Dari berbagai sumber).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *