Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

WoOw! Irak Perbolehkan Wanita Meninggal Nyaleg Pemilu,Bahkan Bisa Sampai Menang

Ansam Manuel Iskandar caleg Pemilu di Irak yang sudah meninggal, daftarkan diri dan menang. (Foto: Dok Net/ Istimewa).
Ansam Manuel Iskandar caleg Pemilu di Irak yang sudah meninggal, daftarkan diri dan menang. (Foto: Dok Net/ Istimewa).

Jabodetabek.id – Pemilihan Umum (Pemilu) perhelatan akbar, pesta demokrasi di suatu negara dalam memilih pemimpin baru pastinya adalah hal biasa.

Dengan berbagai macam fenomena pro dan kontra yang ada pada pendukung masing-masing sepertinya memang sudah biasa terjadi di setiap belahan negara.

Dan saat ini kegembiraan dan kemarahan campur aduk di antara warga Irak dalam merayakan Pemilu.

Dalam pemilihan dianggap aneh bahkan “gila”.

Baca juga : Edan! Pria di Kenya Akui Sering Kali Berhubungan Seks dengan Mayat Wanita

Bagaimana tidak, di Irak mengizinkan wanita yang sudah meninggal dicalonkan sebagai anggota parlemen dan anehnya lagi dia menang.

Saat Pemilu Irak berlangsung 10 Oktober 2021.

Seperti Ansam Manuel Iskandar, yang didaftarkan sebagai calon legislatif (caleg) di parlemen Baghdad melalui jalur independen. Padahal, wanita itu telah meninggal sejak Agustus lalu.

Ansam Manuel Iskandar termasuk di antara daftar pemenang dalam pemilu minggu ini, memperoleh 2.397 suara dan memenangkan satu dari lima kursi yang dialokasikan untuk komunitas Kristen di Irak di bawah sistem kuota.

Baca juga : Korban Kejahatan di Inggris dan Wales Makin Meningkat dan Targetnya Muslim

Kemenangannya banyak mengundang kemarahan dan kekecewaan dan aneh bagi mereka, bahkan di media sosial.

Ada sebuah posting Facebook yang diterbitkan di halamannya oleh keluarganya, mereka mengonfirmasi jika wanita itu meninggal pada 24 Agustus 2021 setelah terinfeksi virus corona.

Ternyata bukan hanya netizen yang marah, pihak keluarga juga marah karena komentar-komentarnya. Bahkan mereka mengatakan jika mereka sendiri yang izinkan untuk dipilih.

“Untuk mengabadikan dia dan kepercayaan mereka padanya dan keengganan mereka untuk memilih dengan sia-sia,” kata pihak keluarga, dikutip Jabodetabek.id dari Middle East Monitor, Jumat (15/10).

Keluarga beranggapan meskipun beberapa pemilih tidak tahu tentang kematiannya, dia terpilih karena dia memiliki karier yang berharga di bidang pekerjaan dan jalur kerja sama di bidang kemanusiaan dan mendukung kaum muda.

Mereka membenarkan pencalonan Iskandar yang berkelanjutan dengan merujuk padanya “dampak besar pada kaum muda”, dan terutama karena fakta bahwa dia tidak memiliki propaganda pemilu atau gambar yang tergantung di jalan, atau iklan di Facebook. (Dari berbagai sumber).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *