
Jabodetabek.id – Pelecehan terhadap Alquran yang terjadi di Bangladesh Jumat (15/10) kemarin benar-benar sangat menyulut amarah warga Muslim di sana.
Ada ratusan pengunjuk rasa bentrok dengan polisi di Dhaka, Banglades. Kelompok Muslim melakukan demonstrasi dikarenakan adanya dugaan penodaan Alquran di sebuah festival Hindu awal pekan ini.
Kelompok Muslim yang melakukan protes dimulai dari masjid Baitul Mukarram pun berubah menjadi kekacauan yang sulit dikendalikan. Ada demonstran yang lempar batu bata ke petugas kepolisian.
Baca juga : Letakan Kitab Suci Al-Quran di Kaki Hanoman, Kuil-kuil Hindu Bangladesh Diserang Para Demonstran
Akhirnya untuk menghindari kekacauan yang lebih parah, aparat pun memaksa massa untuk membubarkan diri dengan gas air mata.
Dan karena insiden tersebut, ada beberapa orang menderita luka.
Pemimpin Partai Religiopolitik Bangladesh, Khilafat Andolan memperingatkan akan ada demonstrasi yang lebih besar jika pihak berwenang gagal mengusut kasus penodaan Alquran dan tidak bisa menghukum tersangka.
Baca juga : Duke of Cambridge Prince William, Kritik Menohok untuk Para Miliader yang Wisata ke Luar Angkasa
Sebelumnya kerusuhan sudah terjadi sejak Rabu (13/10), saat ada sebuah gambar Alquran ditempatkan di sebuah patung di kuil Hindu Bangladesh Timur yang viral di media sosial.
Jelas ini memicu insiden perusakan di sejumlah kuil lain saat komunitas Hindu merayakan festival Durga Puja tahunan.
Dilansir Anadolu Agency, Sabtu (16/10), kejadian itu mendorong pemerintah untuk meningkatkan keamanan di seluruh negeri.
Dalam peristiwa tersebut ada sekitar 100 orang telah ditangkap sehubungan dengan serangan terhadap kuil-kuil Hindu.
Salah satu insiden itu terjadi di sebuah kuil di distrik selatan Chandpur pada Rabu malam yang mematikan.
Ada empat orang yang meninggal dan menyebabkan puluhan lain terluka. Pada Jumat (15/10) kemarin, pengunjuk rasa menyerukan tindakan hukum atas pertumpahan darah di Chandpur. (Dari berbagai sumber).














Leave a Reply