Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Kemenangan PSG Atas Angers Dinilai Ada Campur Tangan Wasit

Kemenangan PSG Atas Angers Dinilai Ada Campur Tangan Wasit
Kemenangan PSG Atas Angers Dinilai Ada Campur Tangan Wasit (Foto: Dok Net/ Istimewa)

Jabodetabek.id – Hasil positif berhasi diraih Paris Saint-Germain kala berhadapan Angers di laga lanjutan Ligue 1 pada Sabtu (16/10/2021) dini hari WIB.

Hanya saja kemenangan PSG tuai pro dan kontra lantaran pelatih Angers, Gerald Baticle menilai tim tuan rumah menang karena dibantu wasit.

Di samping itu, kata Baticle, penalti PSG yang terjadi pada menit 87 adalah hasil bantuan wasit lewat keputusan kontroversialnya. Ia merasa penalti yang dieksekusi Mbappe itu tidak sah.

Les Parisien sendiri saat berhadapan dengan Angers harus susah payah saat membungkam tim itu. Tanpa diperkuat sejumlah pilarnya, mereka hanya menang tipis 2-1.

Baca Juga: Muslim Bangladesh Menuntut Aparat Tindak Tegas Aksi Penodaan Alquran

Di sisi lain, kemenagan itu adalah suatu kesalahan di mata Bactile. Ia tak terima dan sangat kesal atas keputusan wasit yang menganggap pemainnya, Pierric Capelle melakukan pelanggaran hand ball. Keputusan tersebut diambil setelah ditinjau via VAR.

“Saya mendukung VAR, yang mengoreksi 80% kesalahan, tetapi, ketika Anda berada di 20% yang tidak diperbaiki, itu sangat sulit,” kata Bactile dikutip dari Lequipe, Sabtu (16/10/2021).

Alhasil, Mbappe sukses menjadi algojo dan membawa gol kemenangan tiga menit jelang babak kedua berakhir.

Les Parisiens berhasil come back setelah tertinggal lebih dulu pada menit 36.

Sebelumnya, Bactile juga protes atas terbaringnya Romain Thomas di kotak penalti PSG. Namun, protes tersebut tak di dengar oleh wasit.

Baca Juga: Pantun Wapres Maruf Amin Meriahkan Penutupan PON XX Papua

Ia kesal lantaran kubunya tak diberi kesempatan untuk meninjau VAR terlebih dulu.

“Kami meninjau aksi di dalam kotak untuk penalti Paris. Dan dua detik sebelumnya, kami tidak diberi kesempatan untuk meninjau aksi di mana bek saya (Romain Thomas) terbaring di dalam kotak penalti PSG,” kesalnya.

Oleh sebab itu, juru taktik berusia 52 tahun itu sangat kecewa atas kerugian yang diterimanya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan agar tim lain harus lebih waspada saat menghadapi tim besar seperti PSG yang dianggapnya dapat menciptakan pelanggaran kontroversial saat sedang tertinggal.

Baca Juga: Pembayaran di Tokopedia, Kini GoPay Bisa Jadi Opsi

“Sulit sekali kalah seperti itu melawan PSG saat kami menghadapi pertandingan besar. Anda harus selalu berhati-hati dengan tim-tim hebat ini, Anda memiliki kesan baik-baik saja, mereka menciptakan gerakan untuk Anda, pemain hebat menciptakan gerakan,” tambahnya.

Terlepas dari apa pun itu, nyatanya kini PSG berhasil memetik poin penuh dan masih mantap di posisi pertama pada klasemen Ligue 1 dengan total 27 poin.

(Dari Berbagai Sumber)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *