
Jabodetabek.id – Demonstrasi yang terjadi di Lebanon Kamis (14/10) membuat Turki menyampaikan belasungkawanya kepada Lebanon setelah penembakan di ibu kota Beirut yang menewaskan beberapa demonstran.
Kementerian Luar Negeri mengatakan pihaknya berharap mereka yang bertanggung jawab akan ditangkap dan diadili sesegera mungkin.
Kemlu Turki juga mendesak agar semua pihak di Lebanon tenang dan menahan diri dari kekerasan.
Baca juga : Robo Dog Sniper Anjing yang Mampu Ledakan Tengkorak dengan Jarak 1 Kilometer
Beirut makin mencengkam saat setelah terjadi penembakan para pendukung Hizbullah dan Gerakan Amal menggelar protes di dekat Istana Kehakiman di kota itu.
Kedua kelompok Syiah yang terdiri dari ratusan pendukung berkumpul untuk menuntut pencopotan Tarek Bitar, hakim yang memimpin penyelidikan atas di pelabuhan Beirut tahun lalu.
Dari pernyataan yang ada, dikatakan Hizbullah dan Amal menuduh “kelompok bersenjata” yang berafiliasi dengan partai Pasukan Lebanon, yang dipimpin oleh Samir Geagea, berada di balik serangan itu.
Baca juga : Muslim Bangladesh Menuntut Aparat Tindak Tegas Aksi Penodaan Alquran
Protes dimulai beberapa jam setelah pengadilan menolak pengaduan terhadap Geagea dan mengizinkan hakim untuk melanjutkan penyelidikan.
Menurut Palang Merah Lebanon, korban tewas mencapai enam orang dan lebih dari 30 orang terluka.
Ledakan pelabuhan Beirut pada Agustus 2020 menewaskan lebih dari 200 orang, melukai sekitar 6.000 orang, menyebabkan sekitar 300.000 kehilangan tempat tinggal, dan semakin melemahkan ekonomi Lebanon yang sudah rapuh. (Dari berbagai sumber).















Leave a Reply