
Jabodetabek.id – Bila kita ingin membahas tentang kesadisan Israel pada Palestina mungkin kita akan bisa membayangkannya, karena terlalu menyakitkan dilihat.
Kelompok hak asasi manusia (HAM) Israel, B’Tselem, mengungkapkan rincian mengerikan tentang remaja Palestina yang diculik dan disiksa dengan api oleh sekelompok pemukim Israel di Tepi Barat.
Dan sebenarnya kekejaman itu terjadi dua bulan yang lalu, tapi laporannya di publish baru-baru ini.
Baca juga : Taliban Katakan Turki Bisa Berperan Aktif Pulihkan Afghanistan
Pada 17 Agustus, Tareq Zbeidi yang berusia 15 tahun dan lima temannya sedang menikmati piknik di dekat desa mereka, Silat a-Daher, di distrik Jenin, Tepi Barat utara.
Tapi sekelompok besar pemukim Israel dari permukiman Homesh datang dengan mobil. Terlihat mereka membawa batu dan tongkat.
Sontak anak-anak Palestina langsung dengan cepat melarikan diri dari tempat kejadian, saat salah satu pemukim mulai melemparkan batu ke arah mereka. Mereka berlari ke desa.
Baca juga : AS Masih Upayakan Pembebasan 16 Misionaris dari Penculikan di Haiti
Sedangkan menurut B’Tselem, Tareq gagal mengikuti teman-temannya karena cedera kaki yang dideritanya dua minggu sebelum kejadian.
Dia mengatakan kepada kelompok HAM Israel, “Para pemukim melaju ke arah saya dan menghantam saya dengan mobil mereka, dan saya jatuh ke tanah. Mobil berhenti, dan empat pemukim keluar. Ada beberapa memegang tongkat. Mereka menyerang saya dan memukul bahu, kaki dan punggung saya.”
Mereka juga mengikat tangan dan kakinya dan merantainya ke kap mobil, sebelum membawanya ke Homesh, di mana mereka menginjak rem, menyebabkan dia jatuh ke tanah.
Baca juga : China Kesal AS Berlayar ke Selat Taiwan, Dan Anggap AS Provokasi Situasi Memicu Masalah
Tareq juga mengatakan sesampainya mereka di permukiman, pemukim Israel lainnya berlari untuk menendang dan mengejeknya.
Lalu remaja Palestina itu disemprot dengan merica dan diludahi wajahnya, sambil dihujat dalam bahasa Arab dan Ibrani.
Saat itu Tareq terus-terusan diserang para pemukim Israel, lalu membawa dan menggantungnya di pohon dan kakinya dibakar.
“Saya dibiarkan menggantung seperti itu selama sekitar lima menit, dengan mata tertutup. Saya merasakan mereka memotong dan menggosok kulit kaki kiri saya dengan benda tajam. Saya sangat kesakitan. Saya tidak tahan. Tiba-tiba, saya merasakan luka bakar yang kuat di kaki kanan saya, dari korek api atau sejenisnya. Itu berlangsung beberapa detik. Saya menjerit dan menangis kesakitan dan ketakutan. Baru setelah itu mereka menurunkan saya dari pohon,” ingat Tareq.
Dia lalu dipukul di bagian kepala dengan tongkat dan kehilangan kesadaran.
Menurut B’Tselem, tentara Israel tiba tak lama setelah itu dengan sebuah jip militer dan para pemukim menuduh Tareq melempari mereka dengan batu.
Ketika Tareq sadar kembali di lantai jip militer, para prajurit mengancam akan menangkapnya jika dia melemparkan batu lagi.
“Mereka mengatakan jika mereka tahu segalanya tentang saya dan jika ada yang melempar batu ke para pemukim, mereka akan datang ke rumah saya dan menangkap saya,” katanya, seperti dilansir dari Middle East Monitor, Senin (18/10).
Paman dan kakak laki-laki Tareq segera memasukkannya ke ambulans Palestina dan membawanya ke rumah sakit di Jenin, setelah menjemputnya dari stasiun.
(Dari berbagai sumber).











Leave a Reply