Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Dikritik Tidak Bisa Menekan Taliban, Perwakilan Khusus AS Mengundurkan Diri

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan Perwakilan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad mengundurkan diri. (Foto: Dok Net/ Istimewa).
Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan Perwakilan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad mengundurkan diri. (Foto: Dok Net/ Istimewa).

Jabodetabek.id – Saat pemerintahan Afghanistan direbut oleh Taliban memang banyak pejabat-pejabat di Afghanistan memilih untuk mengundurkan diri terutama saat Taliban membuat pemerintahan baru Afghanistan.

Lalu kali ini, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) mengatakan Perwakilan Khusus AS untuk Afghanistan Zalmay Khalilzad mengundurkan diri.

Khalilzad mundur dari jabatan yang diduduki selama tiga tahun lebih pada minggu ini.

Baca juga : https://www.jabodetabek.id/internasional/pr-691497947/taliban-katakan-turki-bisa-berperan-aktif-pulihkan-afghanistan

Pejabat yang ada di pemerintahan Donald Trump dan Joe Biden ini dikritik, dia dianggap tidak cukup menekan Taliban untuk melakukan perundingan damai selama pemerintahan Trump.

Dengan mengundurkan dirinya Khalilzad, Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya selama ini.

“Saya sampaikan terimakasih atas pengabdiannya selama puluhan tahun pada rakyat Amerika,” kata Blinken mengenai Khalilzad, Rabu (19/10).

Baca juga : Sadisnya Pemukim Israel, Remaja Palestina Digantung dan Disiksa Hampir Tewas

Sebelum menduduki jabatannya yang saat sebelum dia mengundurkan diri, Khalilzad pernah menjabat sebagai duta besar AS untuk Irak, Afghanistan dan PBB.

Sebenarnya dia ingin mengundurkan diri pada Mei lalu setelah Biden mengumumkan penarikan pasukan dari Afghanistan sebelum bulan September. Tapi dia diminta untuk bertahan.

Perlu diketahui juga, Khalilzad sudah menjabat sebagai perwakilan khusus AS untuk rekonsiliasi di Afghanistan sejak September 2018.

Ketika menteri luar negeri AS saat itu Mike Pompeo membawanya ke dewan untuk memimpin negosiasi dengan Taliban dan pemerintah Afghanistan.

Pria yang lahir di Afghanistan itu tidak berhasil membuat kedua belah pihak bersedia membuat kesepakatan berbagai kekuasaan. Tapi ia berhasil mengakhiri perang terlama AS sepanjang sejarah.

Perjanjian dengan Taliban menjadi cetak biru keputusan Biden untuk menarik semua pasukan AS dari Afghanistan.

Dengan proses penarikan pasukan yang disertai evakuasi warga AS dan Afghanistan dari negara itu di anggap terlalu terburu-buru.

Dan dengan terpaksa ribuan warga Afghanistan yang bekerja untuk pasukan AS selama dua dekade terakhir terpaksa melakukan proses evakuasi yang berantakan.

Begitu pula dengan warga negara dan pemukim tetap AS yang berada di Afghanistan. (Dari berbagai sumber).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *