
Jabodetabek.id – Ini bisa dikatakan cukup menghebohkan banyak orang jika mengetahui dengan secara tidak detail.
Di mana ada sekitar 300 orang laki-laki dan perempuan tanpa mengenakan pakaian sama sekali, mereka berkumpul di gurun pasir dekat Laut Mati, Israel, Minggu (17/10).
Mungkin mereka akan di anggap sedang melakukan suatu hal yang menyimpang atau semacam sekte yang abnormal di mata umum.
Baca juga : Lambat Merespon, Palestina Kecewa Atas Pemerintahan Biden Saat Ini
Atau bisa saja mereka dianggap sedang melakukan ritual, tapi juga ternyata bukan.
Melainkan ini bagian dari proyek fotografi untuk meningkatkan kesadaran soal perubahan iklim.
Dalam proyek itu semua tubuh mereka dicat putih menggambarkan instalasi artistik bertujuan menarik perhatian ke Laut Mati yang airnya mulai menyusut.
Dan ini adalah proyek dari fotografer Amerika Serikat (AS) Spencer Tunick.
Baca juga : Dikritik Tidak Bisa Menekan Taliban, Perwakilan Khusus AS Mengundurkan Diri
Ternyata dia juga melakukan hal yang sama di beberapa tempat eksotis lain di seluruh dunia, seperti Prancis, Swiss, dan pantai di Afrika Selatan.
Sedangkan untuk di Israel itu dia diundang langsung oleh Kementerian Pariwisata.
“Kunjungan ke Israel adalah sebuah pengalaman bagi saya. Saya selalu senang kembali ke sini dan memotret satu-satunya negara di Timur Tengah yang mengizinkan seni seperti ini,” kata Tunick.
Yang sebelumnya telah melakukan instalasi yang sama di Laut Mati pada tahun 2011, dikutip Jabodetabek.id dari Associated Press, Selasa (19/10).
Semua para relawan melepas pakaian lalu mengecat tubuh dengan warna putih di gurun luar Kota Arad. Untuk pemotretan dilakukan selama sekitar 3 jam.
Ini diharapkan bisa menarik perhatian akan pentingnya melestarikan Laut Mati.
Air di titik terendah Bumi itu terus menyusut dalam beberapa dekade terakhir, salah satunya karena Israel mengalihkan sumber air dari hulu untuk pertanian.
Di sisi lain, Kementerian Pariwisata berharap instalasi artistik ini akan menarik pengunjung ke daerah tersebut.
Tapi sayangnya sampai saat ini, Israel masih tertutup bagi pelancong asing sejak pandemi Covid-19, mungkin akan secara bertahap menerima pengunjung yang sudah divaksin dua dosis, menyusul penurunan kasus infeksi. (Dari berbagai sumber).















Leave a Reply