
Jabodetabek.id – Siapa orang yang tidak kenal dengan Donald Trump mantan Presiden Amerika Serikat (AS) yang satu ini memang terkadang tidak main-main dalam melakukan aksinya.
Dan saat ini Trump telah menghadapi media arus utama AS. And finally, setelah peristiwa 6 Januari yang terkenal di US Capitol, Trump yang saat itu menjabat ditangguhkan di semua jejaring sosialnya karena dianggap “menghasut kekerasan”.
Karena tindakan yang dilakukannya tersebut, Trump pun diblokir di Facebook, Instagram, dan mungkin yang paling menyedihkan baginya, di Twitter.
Baca juga : Filipina Kesal Kapal Patrolinya di Ajak Duel Kapal Beijing di Lautan China Selatan
Lalu dia pun buat gembrakan melalui perusahaannya Trump, Trump Media & Technology Group (TMTG) pun mengumumkan di Twitter pada Rabu (20/10) tentang peluncuran platform media sosial baru “TRUTH Social” untuk menjadi “saingan media liberal.”
Bukan itu saja Trump mempunyai misi lain dari proyek tersebut, menurut pesan yang dikirim kepada wartawan yaitu “Untuk melawan perusahaan ‘Big Tech’ di Lembah Silikon, yang telah menggunakan kekuatan sepihak mereka untuk membungkam suara-suara yang menentang di Amerika.”
Baca juga : Bus Tentara Suriah di Serang Ledakan Bom, 14 Orang Tewas
Dan aplikasi baru ini akan dirilis dalam versi beta untuk tamu undangan pada November 2021.
“Peluncuran nasionalnya direncanakan pada kuartal pertama tahun 2022,” rilis berita itu.
Untuk aplikasi itu sudah tersedia di Apple App Store untuk pre-order. “Kita hidup di dunia di mana Taliban memiliki kehadiran besar di Twitter, tapi Presiden Amerika favorit Anda telah dibungkam. Ini tidak dapat diterima,” kata Trump.
“Saya senang untuk segera mengirimkan TRUTH pertama saya di TRUTH Social. TMTG didirikan dengan satu misi untuk memberikan suara kepada semua. Saya bersemangat untuk segera mulai membagikan pemikiran saya tentang TRUTH Social dan untuk melawan balik Big Tech. Semua orang bertanya kepada saya mengapa tidak ada yang menentang Big Tech? Ya, kami akan segera!” ujar Trump dikutip dalam pernyataan itu.
Trump Media & Technology Group juga telah bergabung dengan Digital World Acquisition Corp untuk membentuk perusahaan publik baru dengan nilai potensial USD1,7 miliar.
“Itu akan mengakibatkan Trump Media & Technology Group menjadi perusahaan publik, tunduk pada persetujuan peraturan dan pemegang saham,” j pernyelasataan itu.
TMTG juga mengumumkan rencana peluncuran layanan video berdasarkan langganan, yang akan mencakup “pemrograman hiburan ‘non-woke’, berita, podcast, dan banyak lagi.”
Perlu diketahui juga, sebelumnya pada awal Mei, Trump meluncurkan platform komunikasi baru yang disebut “Dari Meja Donald J Trump,” yang dia gambarkan sebagai “tempat untuk berkomunikasi secara bebas dan aman” melalui siaran video.
Tapi, platform tersebut juga tetap tidak populer di kalangan pengikutnya. (Dari berbagai sumber).











Leave a Reply