
Jabodetabek.id – Saat ini Hamas telah memperingatkan Israel, dan mengatakan jika perang tidak akan bisa dihindari, kecuali Israel bisa mengakhiri pendudukan Palestina.
Dalam hal ini, Dr Ghazi Hamad, seorang pejabat senior Hamas, mengatakan kepada Sky News, jika pertarungan akan berlanjut “dengan segala cara” sampai kelak Palestina menjadi negara yang merdeka.
“Hamas telah memperingatkan Israel, jika perang lain tidak dapat dihindari kecuali pendudukannya atas Palestina berakhir dan krisis kemanusiaan yang mengerikan di Gaza diselesaikan,” ucap Hamad, Rabu (20/10).
Baca juga : Mengerikan, Suriah Eksekusi Mati 24 Orang Atas Kebakaran Hutan dan 12 Tahun Penjara Anak di Bawah Umur
Dalam wawancara dari Sky News, dari pertama sejak pembicaraan mediasi di Mesir berakhir, pejabat senior Hamas itu mengatakan jika pertarungan akan berlanjut “dengan segala cara”, sampai negara Palestina merdeka.
“Kami dapat mengalahkan Israel, kami dapat menargetkan Israel, kami telah menargetkan Israel berkali-kali,” tegas Hamad.
“Israel telah mencuri tanah saya. Kami adalah korbannya. Anda harus mengerti, kami adalah korban pendudukan. Kami tidak mempercayai Israel. Kami tidak percaya Israel tertarik pada perdamaian,” tegasnya.
Baca juga : Bos Geng Penculik Para Misionaris di Haiti, Ancam Tembak Mati Para Sandera Jika Tuntutannya Tak Dipenuhi
Dalam hal ini Hamad juga menolak untuk mengakui negara Israel dan tidak mengesampingkan konflik lain.
“Semuanya terbuka. Hamas mencoba menghindari perang, kami mencoba melindungi rakyat kami, kami mencoba memberi orang kehidupan yang baik di sini, tapi pendudukan sepanjang waktu ada di depan mata saya,” jelasnya.
Kepemimpinan senior Hamas beberapa hari terakhir ada di negara tetangga, Mesir, di sana mereka untuk lakukan perundingan gencatan senjata yang lebih lama dengan Israel.
Sebelumnya Hamas menuntut ratusan warga Palestina dibebaskan, dengan imbalan dua orang Israel yang masih hidup dan mayat dua tentara yang tewas.
Perlu diketahui juga, Jika Israel dan militan di Jalur Gaza telah berperang empat kali sejak 2006.
Usai konflik 11 hari pada bulan mei, kedua belah pihak pun berkumpul dan saat itu ada 243 orang di Gaza dan 12 di Israel.
Ada juga ratusan korban jiwa pada pertempuran terakhir yaitu wanita dan anak-anak Palestina, kecuali dua orang.
“Oke kami bisa dibunuh, mereka bisa datang dan menghancurkan segalanya. Tapi, pada saat yang sama, Israel tidak akan pernah melihat stabilitas, kecuali Palestina melihat stabilitas dan keamanan,” jelas Hamad.
“Ini adalah hak kami, hak nasional kami untuk menyerang Israel. Israel harus memahami jika cepat atau lambat kami akan menang, karena kami adalah pemilik tanah ini,” tegasnya
Sebelumnya, ada sekitar 1,6 juta orang tinggal di Gaza, dan setengah dari mereka adalah anak-anak.
Lalu ada sekitar 50% dari populasi orang dewasa menganggur. Hampir semua air tidak dapat diminum dan 64% warga Gaza hidup dalam kemiskinan yang sangat ekstrem. (Dari berbagai sumber).











Leave a Reply