Jabodetabek.id – Besok, pembelajaran tatap muka (PTM) akan dimulai pada 45 SD di Kota Tangerang. Namun, tidak semua kelas masuk bersamaan melainkan diatur secara bergantian.
“Semua kelas, tapi satu hari satu tingkat kelas. Senin kelas 6, Selasa kelas 5 dan seterusnya,” kata Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Helmiati dari keterangan yang diterima wartawan, Minggu (24/10/2021).
Dirinya mengatakan dari jumlah seluruhnya kapasitas ruang kelas akan diisi sebanyak 50%.
Baca Juga: Bertambahnya Kasus Covid-19 di kegiatan PTM, Jokowi Minta APKASI Waspada
PTM dilakukan untuk kelas 4-6 satu hari selama dua jam. Sedangkan kelas di bawahnya kelas 1-3 selama 1,5 jam.
“Jadi yang satu kelas itu dibagi dua, jam 7 sampai jam 9. Lalu jam 10 sampai jam 12 yang separuhnya lagi, tapi kelasnya ganti. Pembagiannya nanti sesuai nomor urut absen saja,” tambah Helmiati.
Dirinya menuturkan diwajibkan kedua orang tua dan keluarganya di rumah sudah melakukan vaksinasi minimal dosis pertama untuk siswa yang di bawah 12 tahun. Masing-masing wali kelasnya sudah melakukan pendataan.
Helmiati juga memastikan untuk siswa yang keluarganya di rumah belum divaksin tetap ada pelayanan belajar online.
Baca Juga: Belum Vaksin Tapi Sudah Mengikuti PTM? Maka Wajib Perhatikan Hal Ini
“Tetap ada pelayanan untuk online jadi yang belum vaksin dan orang dewasa di rumahnya belum vaksin tetap online belajarnya,” katanya.
Helmiati mengungkapkan demi tetap menjaga protokol kesehatan pihaknya sudah mengatur sedemikian rupa. Materi pelajaran pun menurutnya dibuat seringan mungkin.
“Ini kan sesuatu yang baru bagi anak-anak, datang ke sekolah pakai masker, nggak boleh dekat sama teman, dan ngga boleh cium tangan guru. Jadi prokesnya tetap dilaksanakan tapi suasanya dibuat senyaman mungkin buat anak-anak,” ungkapnya.
Selain itu, Helmiati juga memastikan di depan sekolah ataupun di kantin tidak ada pedagang yang berjualan dan menyebut larangan itu sudah menjadi aturan dari pusat.
“Jika ada kita bersihkan semua pedagangnya. Dari penjaga sekolah ada nanti juga dari pihak sekolah koordinasi dengan Satpol PP,” ucapnya.
Dirinya menegaskan orang tua hanya mengantar sampai pintu gerbang dan wajib pakai masker.
Kemudian, di pintu gerbang murid dites suhu tubuh, cuci tangan dan masuk sesuai jalur yang telah dibuat.
“Iya ada aturan dan kalau keluar kelas atas izin guru dan juga hanya satu satu. Pokoknya physical distancingnya kita jaga,” jelasnya. (Dari Berbagai Sumber).












Leave a Reply