Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Marak Investasi Bodong, Coba Lakukan Ini Untuk Mendeteksinya

Marak Investasi Bodong, Coba Lakukan Ini Untuk Mendeteksinya
Marak Investasi Bodong, Coba Lakukan Ini Untuk Mendeteksinya (Foto: Dok Net/ Istimewa)

Jabodetabek.id – Tidak dapat dipungkiri saat ini ancaman investasi bodong semakin marak terjadi.

Hal itu karena didasari kesadaran masyarakat untuk mulai berani berinvestasi.

Adapun investasi menjadi instrumen yang cukup menarik untuk menabung atau bahkan menambah pundi-pundi keuntungan.

Sebut saja seperti investasi reksa dana, saham, obligasi, asuransi dan sebagainya, semua memiliki keuntungannya masing-masing.

Baca Juga: Apel Jadi Biang Kerok Terjadinya Perut Kembung, Berikut Penjelasan Ilmiahnya!

Meski demikian, kamu harus tetap waspada, sebab investasi juga tak luput dari namanya penipuan.

Tidak semua penawaran investasi tersebut kredibel alias investasi bodong.

Untuk itu kamu harus mengetahui bagaimana cara mendeteksi investasi. Berikut ulasannya!

1. Imbal hasil atau keuntungan yang tinggi

Jangan mudah tergoda dengan buaian keuntungan yang terlalu fantastis. Sebagai investor kamu harus bisa mengukur seberapa besar return paling masuk akal yang bisa kamu dapatkan dari sebuah investasi.

Baca Juga: Pencarian Bocah Tenggelam di Kali Angke Terkendala Arus Deras dan Tumpukan Sampah

Jika ada yang menjanjikan return hingga 30 persen, kamu patut mempertanyakan hal itu. 

Bagaimana bisa sebesar itu, padahal yield atau tingkat pengembalian tertinggi pada investasi saham yang normal hanya bisa mencapai 27 persen per tahun. 

2. Imbal hasil dalam waktu singkat

Para pelaku juga memanfaatkan kebutuhan mendesak yang bisa saja dialami oleh calon nasabahnya. Mereka meyakinkan bahwa keuntungan yang didapat tidak hanya tinggi, namun juga dalam waktu singkat.

3. Risiko minimal

Dengan keuntungan yang besar, risiko yang dialami seharusnya juga besar. Tetapi para pelaku ini akan menawarkan kemungkinan untuk kehilangan uang sangat kecil. Mereka hanya mencari persetujuan legal dari Anda saja.

Baca Juga: Pencarian Bocah Tenggelam di Kali Angke Terkendala Arus Deras dan Tumpukan Sampah

Hukum alam dari investasi adalah keuntungan besar, risikonya juga besar. Jika suatu investasi risikonya kecil, keuntungannya pasti tidak terlalu besar.

Investasi dengan nilai keuntungan sangat besar dengan resiko kecil adalah salah satu ciri investasi bodong.

4. Keuntungan gampang cair

Tidak hanya keuntungan tinggi, hasilnya juga bisa dinikmati dengan cepat. Mereka juga menawarkan pencairan keuntungan yang sangat cepat. Bahkan bisa dilakukan saat itu juga.

5. Identitas tidak jelas

Lembaga hukum yang menaungi tidak jelas. Biasanya malah hasil karangan saja yang diawali dengan PT. Sebelum mengambil keputusan, kamu bisa mengecek di website OJK tentang kredibilitas investasi tersebut.

Baca Juga: Bukan Lagi Bos Amazon, Ternyata Pemilik Louis Vuitton Duduki Posisi Orang Paling Tajir Saat Ini

Biasanya dalam kegiatan investasi, rekam jejak adalah suatu hal yang jadi pentimbangan penting.

Perusahaan investasi yang memang sudah kenamaan, pasti akan banyak diulas diberbagai media. Namanya pasti mudah ditemukan. 

Nah, perusahaan investasi yang bodong biasanya lebih banyak membual tentang prestasi atau pencapaian-pencapaian yang fantastis. Tapi setelah kamu menyelidiki di berbagai sumber, tidak ada catatan valid tentang klaim tersebut.

6. Perekerutan dan desakan jadi fokus utama

Semakin banyak orang yang kamu rekrut, semakin besar keuntungan yang akan kamu raih. Dalam hal ini biasa disebut sebagai Multi-Level Marketing.

Baca Juga: Atas Lahan di Waduk Pluit, Jakpro Diminta Ganti Rugi kepada Warga Rp120 Miliar

Orang yang menawarkan suatu investasi bodong cenderung melakukan pendekatan dengan desakan. Ada tendensi sedikit memaksa untuk segera bergabung dan mencegah untuk melakukan penundaan.

Hal ini seolah-olah menunjukan bahwa mereka berkejaran dengan waktu. Mengumpulkan korban sebanyak-banyaknya sebelum pihak polisi mengendus modus penipuan mereka.

Berinvestasi adalah keputusan besar. Sebelum memutuskan, akan ada banyak pertimbangannya.

7. Pengelolaan investasi tidak jelas

Poin utama yang biasanya dijelaskan adalah keuntungan dan risiko yang minim. Jika ditanya tentang bagaimana investasi tersebut dikelola atau dari mana keuntungan berasal, maka mereka tidak akan bisa menjelaskannya.

Baca Juga: Bikin Ngiler, 5 Makanan Korea Korea Ini Sering Muncul di Drakor

8. Menggunakan money game atau Skema Ponzi

Skema Ponzi adalah skema investasi palsu yang keuntungannya didapat dari pembayaran oleh investor yang lain. Artinya aset dasarnya tidak jelas. Jika tidak ada investor lain, maka keuntungan juga tidak didapat.

9. Kewajiban membayar uang muka

Para pelaku investasi bodong ini akan memaksa para pelakunya untuk memberikan uang muka terlebih dahulu. Dengan DP semakin besar, keuntungan juga akan semakin besar.

10. Legalitas Dipertanyakan

Salah satu cara paling mudah untuk mengetahui legalitas suatu perusahaan investasi adalah dengan melihat apakah ada logo OJK di web official atau aplikasinya.

Baca Juga: Besok, Pembelajaran Tatap Muka di 45 SD Kota Tangerang Akan Dimulai

Setelah itu, pastikan lagi keasliannya. Cross check dengan data OJK. Perusahaan investasi yang sudah mendapat izin OJK, pasti akan masih data OJK.

Biasanya akan ada bualan tentang izin yang sedang diurus atau izin sudah proses.

(Dari Berbagai Sumber)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *