
Jabodetabek.id – Hayo siapa di antara kamu yang masih pagi tapi sudah mengantuk?
Hati-hati karena jika rasa kantuk terlalu sering bisa jadi pemicu diabetes lho. Kok Bisa? Berikut adalah penjelasannya.
Menurut dokter Tri, penyebab kantuk ini bisa dialami oleh 15-25 persen orang dewasa.
Dijelaskan lebih lanjut, tanda diabetes ini juga bisa dilihat saat kantuk disertai gejala lain seperti terbangun terus di malam hari akibat sering buang air kecil.
“Kencing manis, biasanya malemnya sering bangun karena sering pipis, paginya akhirnya ngantuk, kurang semangat, vitalitasnya, kualitas berpikir, kurang.
3Baca Juga: Viral di Media Sosial, Video Kecelakaan LRT di Cibubur Jaktim Hari Ini
Jadi akhirnya kerja berantakan. Ngantuknya ini disertai dengan gejala lain misal kalau malem sering kencing,” imbuhnya.
Dokter Tri menjelaskan, rasa kantuk yang dialami oleh usia muda, kemungkinannya mengidap diabetes masih sangat kecil.
Terlebih jika gaya hidup seseorang cenderung tidur larut malam dan minum atau makan berlebihan sebelum waktu tidur.
“Bisa juga akibat lifestyle, itu biasanya enggak nunggu usia tua. Orang yang tidur terlalu larut, begadang nonton drakor, itu nggak liat usia. Kalau baru muncul di usia tertentu waspadai kaitannya dengan penyakit tadi itu (diabetes),” ujarnya.
Baca Juga: Perhatian! Begini Ketentuan Pesan Tiket KA Jarak Jauh yang Mulai Berlaku Besok
Untuk itu, dokter Tri menganjurkan agar usia lanjut mulai 40 tahun, bisa rutin evaluasi medis ke dokter.
Kuncinya, jika merasa durasi tidur sudah cukup di usia lanjut namun masih terasa kantuk sebaiknya waspada diabetes mengintai.
“Kalau udah usia 40an, sering ngantuk, harus cek up. Nanti dokternya akan evaluasi medis termasuk lab. Faktor-faktor yang kontribusi terhadap gampangnya mengantuk karena ini bahaya. Bagi pekerja tertentu ini bahaya. Jadi betul-betul kalau ngantuk berlebihan sementara tidur cukup, tolong evaluasi,” ujarnya.
(Dari Berbagai Sumber)











Leave a Reply