Jabodetabek.id – Mulai besok ada tambahan 180 SD yang melakukan pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Tangerang yang awalnya hanya 45 SD.
Dengan tambahan itu, jadinya ada 225 sekolah dari total 444 SD yang sudah bisa menggelar PTM di minggu kedua di Kota Tangerang.
Sementara akan dibuka secara bertahap setiap minggunya untuk sisa sekolah yang belum bisa sekolah tatap muka.
Baca Juga: Bertambahnya Kasus Covid-19 di kegiatan PTM, Jokowi Minta APKASI Waspada
“Terdiri dari SD negeri dan swasta berdasarkan asesmen yang kita lakukan. Jadi dari 225 sisanya sekitar 215-an lagi di Minggu depan. Bertahap seminggu sekali penambahannya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Jamaluddin, saat dihubungi wartawan, Minggu (31/10/2021).
Dirinya menyebut minggu pertama pelaksanaan PTM di 45 SD dinilai berjalan lancar, protokol kesehatan dan SOP dilaksanakan secara maksimal oleh pihak sekolah
Sementara itu, teknisnya tidak jauh berbeda dengan sebelumnya untuk pelaksanaan PTM lanjutan besok. Selain itu, untuk 180 SD yang baru akan melakukan PTM sudah siap.
“Sudah aman besok. Masih sama jadi asesmen juga semuanya lalu ada thermogun, guru harus divaksin lalu harus cuci tangan, sama lah aturannya sama dengan asesmen juga,” ucapnya.
Baca Juga: Belum Vaksin Tapi Sudah Mengikuti PTM? Maka Wajib Perhatikan Hal Ini
Kedua orang tua wajib sudah divaksin minimal dosis pertama bagi siswa SD yang melaksanakan PTM. Jika belum, siswa tersebut akan melanjutkan dengan pembelajaran virtual.
“Syaratnya itu orang tua harus sudah divaksin. Iya biar target vaksin Pemkot ya tercapai jadi harus maksimal orang tua pada sehat semua anaknya sehat kan gitu,” ucap Jamaluddin.
Dirinya mengatakan saat ini sedang digencarkan vaksinasi untuk siswa SD yang berusia 12 tahun.
Targetnya ada sekitar 5 ribuan siswa SD di Kota Tangerang yang akan mendapat vaksin tersebut.
“Kalau kemarin kita data itu ada 5.000-an siswa SD yang usia 12 tahun kemarin itu, tapi sekarang udah hampir selesai laporan dari Dinkes,” ujarnya.
Menurutnya, untuk vaksinasi ini siswa harus genap berusia 12 tahun. Jika belum, itu tidak bisa divaksin dan harus menunggu sampai usianya sudah genap 12 tahun.
“Makanya kita lagi pantau terus. Anak-anak karena kurang tiga minggu atau tiga bulan aja nggak bisa itu harus genap 12 tahun. Harus tepat ini katakan kurang 2-3 hari harus nunggu 3 hari ke depan gitu baru bisa divaksin,” pungkasnya. (Dari Berbagai Sumber).












Leave a Reply