
Jabodetabek.Id – Aktor Baim Wong kembali terjun ke dunia entertainment dengan mengungkap proyek kolaborasi terbaru dengan studio film asal Korea.
Baim menuturkan proses menuju kerja sama tersebut tidak terjadi secara instan, melainkan melalui pertimbangan panjang dan sejumlah pertemuan lintas negara.
“Pertama kali ditawarkan banyak sekali versi remake. Itu termasuk dari beberapa PH luar negeri,” ucap pria yang berprofesi sebagai produser film ini kepada awak media, baru-baru ini.
“Tapi yang terakhir ini berbeda, mereka terlihat sangat serius,” tambahnya.
Menurut Baim, tim produksinya harus pulang pergi antara Korea Selatan dan Jakarta sampai empat lima kali untuk memastikan keseriusan dan kesesuaian visi antara kedua belah pihak.
“Kami ingin berbeda. Ingin hasilnya bagus, dan satu lagi, kami ingin Indonesia ada di sana,” bebernya sambil tersenyum.
Selain itu, Baim juga mencuri perhatian warganet melalui unggahannya di Instagram yang disukai oleh sejumlah figur publik, termasuk akun @pettophoto.
Dalam unggahan itu, dirinya mengungkap bahwa dua filmnya sebelumnya, “Sukma” dan “Lembayung,” ternyata telah menarik perhatian hingga ke Korea.
“Awalnya coba-coba tetapi sepertinya Sukma dan Lembayung beritanya udah sampai di Korea. Tambah ke sini, tambah genre yang susah dan budget-nya juga nggak main-main. Bukannya tegang malah excited!” demikian tulis Baim.
Masih dari keterangan Baim, pihaknya juga tengah mempersiapkan remake film Korea berjudul “Tunnel”, yang menurutnya menjadi salah satu film paling berkesan.
“Pertama saya nonton di Garuda, setelah itu di Netflix. Salah satu film paling berkesan, dan sekarang dapat kesempatan untuk remake filmnya,” katanya lagi.
Menariknya, Baim menyebut bahwa pihak Korea memberikan keleluasaan penuh dalam penyesuaian skenario agar bisa mencerminkan konteks Indonesia.
“Poin paling penting saya dikasih keleluasaan merubah skenario, tidak harus seperti film aslinya. Di situ saya mau terima tawarannya, setelah berbulan-bulan kita meeting,” ungkapnya Panjang lebar.
Sekedar informasi, Film “Tunnel” versi Indonesia dijadwalkan mulai syuting pada tahun 2026, dengan penggabungan unsur teknis kelas dunia dan narasi emosional khas Asia.
Walaupun diadaptasi dari karya Korea, Baim menegaskan bahwa identitas lokal akan tetap menjadi kekuatan utama proyek tersebut.
“Karya saya tetap karya saya, karya mereka tetap karya mereka,” tandasnya.











Leave a Reply