Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Bocah Asal Geudumbak Aceh Utara Bagikan Cerita saat Banjir Datang Akhir November 2025, Air Tinggi Sampai Harus Naik ke Pohon Kelapa

Cerita Reza, anak dari Desa Geudumbak, Aceh Utara saat banjir datang pada akhir November 2025.
Cerita Reza, anak dari Desa Geudumbak, Aceh Utara saat banjir datang pada akhir November 2025. (Foto: Instagram/rumahzakat)

Jabodetabek.Id – Hampir 3 bulan sejak bencana hidrometeorologi yang terjadi di Sumatera, khususnya di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Bencana banjir dan tanah longsor yang terjadi pada 26 November 2025 lalu masih menyisakan kedukaan bagi para penyintas.

Kenangan saat mencoba bertahan hidup ketika banjir datang juga masih membekas dalam ingatan.

Cerita tentang momen menyelamatkan diri kala itu dibagikan oleh seorang anak dari Desa Geudumbak, Aceh Utara.

Bertahan di Atas Pohon Kelapa Tanpa Makanan dan Minuman

Seorang anak bernama Reza, menceritakan saat dirinya naik ke atas pohon kelapa untuk menghindari banjir.

Dalam ceritanya itu, Reza mengatakan bahwa sebelumnya sudah berusaha untuk menyelamatkan diri ke loteng rumah, tapi air terus naik.

“Waktu itu main-main dulu di rumah, airnya makin naik terus pergi ke rumah nenek, airnya makin tinggi,” ucap Reza dalam video yang diunggah oleh @rumahzakat, dikutip pada Rabu, 25 Februari 2026.

“Aku naik ke loteng terus naik ke pohon kelapa. Sehari semalam bertahan di pohon, nggak makan dan nggak minum. Nenek jatuh dari pohon karena nenek darah tinggi terus pingsan, habis itu jatuh. Pas ditolongin nggak bisa lagi,” imbuhnya.

Kini Bisa Berkumpul Bersama Keluarga Pascabencana

Saat bencana itu, Reza kehilangan sang nenek setelah ayahnya sudah lebih dulu meninggal dunia.

“Sekarang tinggal sama kakek, sama mama, sama adik. Ayah sudah meninggal,” ujarnya.

Reza mengatakan saat ini dirinya hanya bisa mengirim doa kepada sang ayah ketika merasa rindu.

“Kalau kangen ayah, kirim doa saja. Saya juga doakan mama sehat selalu, panjang umur, dimudahkan rezeki dan jauh dari marabahaya,” tukasnya.

Kondisi Desa Geudumbak, Aceh Utara

Desa Geudumbak, Kecamatan Langkahan, Aceh Utara menjadi salah satu wilayah terdampak parah saat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.

Air banjir yang menerjang Desa Geudumbak membawa kayu gelondongan, membuat banyak rumah warga hancur.

Beberapa waktu lalu, tumpukan kayu di Desa Geudumbak sempat terbakar, diduga karena cuaca panas di Aceh Utara.

Adapun untuk pemulihan perbaikan rumah penyintas bencana, Pemerintah Pusat memberikan bantuan untuk Provinsi Aceh yang ditujukan kepada 15.789 Kepala Keluarga (KK).

Total bantuan yang diberikan sekitar Rp341,7 miliar, mencakup 8.796 rumah rusak ringan dan 6.993 rumah rusak sedang yang tersebar di sembilan kabupaten/kota.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *