
Jabodetabek.Id– Sudah hampir pertengahan Ramadan, tapi masih banyak penyintas banjir dan tanah longsor di Aceh Utara yang tinggal di tenda pengungsian.
Kondisi tersebut makin memprihatinkan ketika para warga harus berpuasa di dalam tenda karena rumahnya yang rusak akibat dari bencana yang menerjang pada akhir November 2025 lalu.
Pasalnya, keadaan di dalam tenda akan terasa lebih panas saat siang hari dan dingin ketika malam datang.
Sementara pembangunan hunian sementara maupun hunian tetap masih dalam proses.
Tenda Kebanjiran saat Hujan Turun
Tantangan lain yang dihadapi warga selama tinggal di tenda adalah saat hujan turun.
Seperti dalam video yang diunggah oleh akun relawan sekaligus influencer Aceh, @rully_xabian pada Senin, 2 Maret 2026.
Terlihat warga yang tinggal di dalam tenda di Dusun Lhok Pungki Kecamatan Sawang, Aceh Utara sedang sibuk menyelamatkan lagi barang-barang dan melipat terpal agar tak makin basah.
“Bagi kita, hujan mungkin rahmat tapi bagi mereka yang tinggal di bawah tenda pengungsi adalah bencana,” tulis keterangan pada akun tersebut.
“12 Ramadan, kondisi pengungsi di Lhok Pungki. Saat siang mereka kepanasan, saat hujan mereka tidak bisa tidur “ imbuhnya.
Dalam video juga terlihat air menggenang di bawah terpal, membuat mereka tak mungkin untuk tidur.
“Inilah suasana di saat hujan di pengungsian,” lanjutnya.
Menantikan Huntara untuk Bisa Tinggal Lebih Nyaman
Adapun mengenai huntara yang dijanjikan, belum semua warga yang bisa mendapatkan dan menempatinya.
“Rumah huntara tahap pertama hanya 40 unit dan belum selesai. Sisanya, warga masih belum punya huntara,” tuturtnya.
“Penyintas di Lhok Pungki yang satu dusun mereka hanyut butuh segera mendapat huntara,” sambungnya.
Sementara itu, menurut data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, jumlah pengungsi aktif ada sekitar 5.269 Kepala Keluarga (KK) atau 19.236 jiwa yang tersebar di 94 titik lokasi pengungsian.
Lebih lanjut, jumlah pengungsi di Kecamatan Sawang saat ini ada sekitar 609 KK atau 2.155 jiwa dengan target pembangunan huntara sebanyak 241 unit di tahap pertama.
BPBD menyebut bahwa ada kendala lahan untuk pembangunan huntara, sehingga prosesnya menjadi lebih panjang.
Kondisi Lhok Pungki, Dusun yang Hilang saat Bencana Menghantam
Dusun Lhok Pungki, Desa Gunci, Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara hilang saat banjir menerjang daerah tersebut.
Ada sekitar 489 jiwa di Dusun Lhok Pungki yang terdampak banjir.
Sebagai tambahan informasi, Lhok Pungki sudah tergenang banjir sejak 22 November 2025 atau seminggu sebelum banjir besar disertai tanah longsor menghantam wilayah Aceh lainnya pada 26 November 2025.











Leave a Reply