
Jabodetabek.id– Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) di Malang, Jawa Timur, tengah menjadi sorotan sebagian publik di media sosial.
Diketahui, terdapat temuan belatung dalam puding stroberi yang dibagikan ke sejumlah sekolah di wilayah Lowokwaru hingga memicu keluhan orangtua siswa.
Terlihat dalam unggahan Instagram @infomalangraya_, pada Jumat, 6 Maret 2026, terlihat puding stroberi itu terdapat belatung dalam ukuran kecil.
Perekam video yang mengaku sebagai wali murid di Luwokwaru, bahkan menyebut belatung itu masih hidup dan bergerak-gerak di antara buah stroberi.
“Bu ngapunten, ini ada belatungnya masih hidup, gerak-gerak,” ujarnya.
Menurutnya, menu MBG yang menuai kritikan itu ditemukan pada beberapa anak di kelas 3 dan kelas 6.
Keluhan itu muncul di sejumlah wali murid kelas 3 dan 6 pada SDN tersebut.
Wali murid itu lantas merekam video tersebut hingga berujung tersebar di beberapa grup WhatsApp.
Terkini, pihak pengelola dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulusrejo, angkat bicara terkait rekaman viral tersebut.
Akui Adanya Kelalaian
Secara terpisah, Kepala SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2, Julffa Hannan, mengakui adanya kelalaian dalam proses pengolahan menu tersebut.
“Namanya pelayan publik, kami pasti mengakui kesalahan. Kurang teliti atau bagaimana,” ujar Julfa kepada awak media di lokasi dapur MBG, Tulusrejo, Malang, pada Selasa, 3 Maret 2026.
Pihak SPPG mengaku, temuan belatung pada puding stroberi dilaporkan terjadi sekitar pukul 10.30 WIB, sementara distribusi makanan dilakukan sejak pukul 08.00 WIB.
Menu hari itu terdiri dari 5 item, yakni puding stroberi, susu UHT, muffin cokelat, kaki naga, dan kacang kribo, dengan total biaya mencapai Rp13.300 per porsi.
“Menu kita hari ini itu lebih dari standar harganya, total Rp13.300 dengan lima item,” papar Julfa.
Sudah Dicuci Selama 20 Menit
Saat ditanya keluhan wali murid yang menduga stroberi tersebut masih kotor dan tidak dicuci, pihak SPPG pun membantah.
Julfa mengklaim, stroberi yang digunakan telah dicuci menggunakan air garam selama kurang lebih 20 menit oleh relawan.
Kendati demikian, Kepala SPPG Lowokwaru Tulusrejo 2 itu mengakui buah tersebut memang tergolong bahan yang tergolong berisiko.
“Pengakuan dari relawan kami sudah dicuci dengan air garam selama 20 menitan. Mungkin dari ulat stroberinya,” tandas Julfa.
Hingga berita ini terbit, belum ada keterangan resmi dari pihak sekolah terkait temuan belatung dalam menu puding stroberi dalam paket MBG di Tulusrejo, Malang.
Kendati demikian, hal tersebut telah memperpanjang kasus menu MBG yang diduga tidak sesuai dengan standar.
Terlebih, masyarakat yang mengeluhkan kebersihan dan higienitas makanan yang disajikan pihak SPPG atau pengelola dapur MBG.














Leave a Reply