Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Pasca Viral Lakukan Demo karena Dugaan Kekerasan, Menteri Satryo Akhirnya Berdamai dengan Neni Herlina

Neni Herlina, pegawai Kemendiktisaintek sudah berdamai dengan Menteri Satryo
Neni Herlina, pegawai Kemendiktisaintek sudah berdamai dengan Menteri Satryo (Foto: instagram.com/nies08)

Jabodetabek.Id – Seorang pegawai di Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek), Neni Herlina, yang sebelumnya dikabarkan dipecat, kini tetap bekerja setelah islah dengan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro. 

Pertemuan untuk menyelesaikan konflik ini berlangsung pada Senin, 20 Januari 2025 malam.

Neni mengungkapkan bahwa konflik tersebut telah selesai. Ia menyebut dirinya dan Menteri Satryo telah saling memaafkan setelah bersilaturahmi dalam pertemuan yang difasilitasi oleh Sekretaris Jenderal Kemendiktisaintek.

“Alhamdulillah, teman-teman, doa kita bersama bahwa persoalan yang kemarin ada, itu Alhamdulillah sudah selesai. Semalam, kami diundang oleh Pak Sekjen untuk bersilaturahmi, berkomunikasi, dan kami saling memaafkan,” ujar Neni di kantor Kemendiktisaintek, Selasa, 21 Januari 2025.

Kronologi Kisruh dan Tanggapan Neni

Neni menjelaskan bahwa konflik tersebut bermula dari ketidakjelasan status dirinya sebagai pegawai di Kemendiktisaintek. 

“Saya hanya ingin kejelasan, jadi Alhamdulillah sekarang saya tetap di Kemendikti,” kata Neni.

Ia juga mengakui bahwa perubahan struktur organisasi di kementerian tersebut belum sepenuhnya rampung, sehingga ia sebagai ASN siap dipindahkan jika sesuai dengan prosedur.

“Sebagai ASN, tugas saya hanya menjalankan tugas sebaik-baiknya. Jika harus dipindahkan, selama prosedur dilalui, saya tidak ada masalah,” ungkapnya.

Sementara itu, pejabat Kemendiktisaintek, Togar M. Simatupang, menambahkan bahwa mutasi ASN di kementerian tersebut masih bersifat opsional.

Ia juga menyebut Neni sempat menyatakan keberatannya untuk dipindahkan.

Kronologi Demonstrasi Pegawai Kemendiktisaintek

Sebelumnya, pada Senin, 20 Januari 2025, sebanyak 235 pegawai Kemendiktisaintek berpakaian hitam menggelar aksi demonstrasi. Mereka memprotes pemecatan Neni, yang dinilai tidak etis.

Neni menyebut pemecatannya dipicu oleh konflik kecil terkait pergantian meja kerja di ruangan Menteri Satryo. 

Ia mengungkapkan bahwa permintaan penggantian meja itu berasal dari istri Satryo setelah pelantikan menteri.

“Waktu itu permintaan penggantian meja datang dari istrinya. Sejak saat itu, saya merasa sudah ‘ditandai’,” ujar Neni.

Ia juga mengaku dimarahi oleh Satryo terkait masalah tersebut dan diminta pindah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Bahkan, Satryo disebut mengungkapkan hal itu di depan staf dan pegawai magang.

“Beliau mengatakan hal itu di depan staf dan anak magang. Saya merasa itu sudah keterlaluan,” ungkap Neni.

DPR Akan Memanggil Menteri Satryo

Meski konflik antara Neni dan Menteri Satryo telah selesai, DPR Komisi X tetap akan memanggil Mendiktisaintek untuk rapat kerja (raker) pada Rabu, 22 Januari 2025.

Ketua Komisi X DPR, Hetifah Sjaifudian, mengungkapkan bahwa raker tersebut bertujuan membahas evaluasi kinerja dan anggaran 2024 serta persiapan program kerja dan anggaran tahun 2025.

Namun, Hetifah tidak menutup kemungkinan bahwa rapat tersebut juga akan menyinggung masalah yang terjadi di internal Kemendiktisaintek, termasuk aksi demonstrasi ASN.

“Permasalahan internal, seperti aksi demonstrasi ASN, mungkin saja akan ditanyakan pada raker nanti,” ujar Hetifah.

Ia menyayangkan konflik di internal Kemendiktisaintek dan berharap kementerian tersebut segera melakukan evaluasi transparan serta membuka ruang dialog persuasif agar masalah tersebut tidak mengganggu pelayanan publik.

“Apapun masalahnya, Kemendiktisaintek harus segera melakukan evaluasi internal yang transparan dan independen untuk menelusuri kebenaran tuduhan terhadap Pak Satryo,” pungkas Hetifah.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *