
Jabodetabek.Id – Federasi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) telah menunjuk head of scouting atau kepala pemandu bakat baru bagi tim kepelatihan Timnas Indonesia, Simon Tahamata.
Kedatangan Simon bagi tim asuhan juru taktik Patrick Kluivert itu di tengah perjalanan Tim Garuda senior dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Ketum PSSI, Erick Thohir menuturkan, dalam perannya sebagai kepala pemandu bakat Timnas Indonesia, Simon bertanggung jawab untuk mencari talenta potensial baik dari dalam negeri maupun diaspora Indonesia di luar negeri.
“Kami sangat antusias menyambut Simon Tahamata dalam keluarga besar PSSI. Pengalaman dan keahliannya dalam pengembangan pemain muda akan menjadi aset berharga dalam perjalanan kami menuju panggung dunia,” ujar Erick Thohir dalam pernyataan resmi di laman PSSI, yang dikutip pada Sabtu, 24 Mei 2025.
Lantas, apa saja fakta menarik Simon Tahamata dalam dunia sepak bola? Berikut ini ulasan selengkapnya.
1.Pria Keturunan Maluku
Bernama lengkap Simon Melkianus Tahamata, lahir di Vught, Belanda, pada 26 Mei 1956. Pria berpostur 164 cm itu mempunyai keturunan darah Maluku dari kedua orang tuanya.
Diketahui, Ayah Simon, Lambert Tahamata adalah seorang prajurit Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL) alias tentara kerajaan Hindia Belanda. Sedangkan, ibunya bernama Octovina Leatemia.
“Saya lahir di kamp barak Vught. Ketika berusia lima tahun, kami pindah ke sebuah rumah di Tiel, Diderik Vijghstraat,” kata Simon dalam wawancara dengan media asal Belanda, AD.nl pada tahun 2017 lalu.
“Kami tinggal di sana dengan 60 keluarga Maluku lainnya. Saya ingat sekali saya sampai di sana dengan bus,” tambahnya.
2.Winger Legendaris Timnas Belanda
Dulu, Simon Tahamata pernah membela Timnas Belanda pada periode tahun 1979-1986 silam.
Kala itu, Simon melakukan debutnya pada 22 Mei 1979 di Bern, Swiss, dalam pertandingan ulang tahun FIFA ke-75 kontra Argentina.
Dari 22 penampilan, winger legendaris Timnas Belanda itu mampu mencetak dua gol.
Sebagai pemain yang berposisi di sektor sayap atau winger, Simon memulai karier di klub TSV Theole pada 1967-1971. Kemudian bergabung dengan tim junior Ajax, Belanda, sampai 1975.
Pada musim 1975-1976, Simon masuk ke tim utama Ajax dan bermain hingga 1980. Adapun, klub lain yang pernah diperkuatnya yakni Standard Liege (1980-1984), Feyenoord (1984-1987), Germinal Beerschot (1987-1990), dan Germinal Ekeren (1990-1996).
3.Kenyang Pengalaman sebagai Pelatih
Setelah gantung sepatu pada tahun 1996, Simon melanjutkan karier sebagai pelatih akademi di sejumlah klub, di antaranya: Standard Liege (1996-2000), Germinal Beerschot (2000-2004).
Simon juga pernah masuk tim pelatih klub asal Belanda, Ajax Amsterdam (2004-2009, 2014-2024), dan Al Ahli di liga Arab Saudi (2009-2014).
Selain berkecimpung di dunia kepelatihan, Simon Tahamata juga pernah mendirikan akademi sepak bola yang diberi nama Simon Tahamata Soccer Academy pada 2015 silam.














Leave a Reply