
Jabodetabek.Id – GaroSero Research Institute, sebuah kanal YouTube yang biasa membongkar kasus skandal industri hiburan Korea mengunggah video tentang kematian Kim Sae-ron.
Video yang diunggah pada Senin malam, 10 Maret 2025 itu membagikan cerita dari seseorang yang mengaku sebagai bibi Kim Sae-ron.
Selain klaim tentang keduanya yang berpacaran selama 6 tahun dari 2015-2021, bibi mendiang juga menyebutkan tagihan kompensasi dari Gold Medalist.
Saat Kim Sae-ron tersandung kasus DUI atau Driving Under Influence atau menyetir di bawah pengaruh alkohol maupun obat-obatan pada 2022 lalu, Gold Medalist turun tangan untuk membantunya.
Menurut pengakuan bibinya, Kim Sae-ron awalnya akan menyelesaikan permasalahan kompensasi atas tindakannya tersebut secara mandiri.
Namun, Gold Medalist mengambil alih dan membayar ganti rugi 700 juta Won atau sekitar Rp7,8 miliar dan menurut pengakuannya, mendiang Kim Sae-ron tak dibebankan untuk segera menggantinya.
Keadaan justru berubah ketika pada 2024, tiba-tiba Kim Sae-ron menerima surat perintah untuk segera membayar uang yang pernah diberikan Gold Medalist untuk kompensasi tersebut.
Mendiang kemudian mencoba untuk menghubungi Kim Soo-hyun dan agensi namun tak pernah direspon.
GaroSero Research Institute kemudian merilis foto tangkapan layar chat pesan dari Kim Sae-ron kepada Kim Soo-hyun yang dilakukan pada 19 Maret 2024.
Dalam pesan itu, Kim Sae-ron mencoba untuk mengonfirmasi apakah Kim Soo-hyun menuntutnya tentang pengembalian uang kompensasi 700 juta Won.
“Oppa, ini Sae-ron,” tulisnya dalam pembuka pesan itu.
“Saya menerima surat perintah, yang menyatakan kamu menuntut saya, kamu mengatakan akan memberi saya banyak waktu, jadi saya telah bekerja keras untuk mempersiapkan comeback saya,” tulisnya lagi.
“Saya berencana untuk membayar kembali sebagian dari setiap proyek yang saya ambil, saya tidak mengatakan bahwa saya tidak akan membayar kembali uang tersebut,” jelas Kim Sae-ron pada pesannya.
Ia juga berjanji akan mencicil uang tersebut karena dirinya mengakui tak sanggup jika harus membayar lunas sekaligus.
“Tetapi jika kamu meminta saya 700 juta Won sekarang, saya tidak mampu secara fisik,” akunya.
“Apakah kita benar-benar harus mengajukan gugatan? Tolong selamatkan saya… Saya mohon. Tolong beri saya waktu,” pungkasnya.
Kim Sae-ron sendiri mengambil langkah esktrim dalam hidupnya dan meninggal dunia pada 16 Februari 2025, tepat di hari ulang tahun Kim Soo-hyun ke-37.











Leave a Reply