Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Bill Gates Prediksi 10 Tahun ke Depan, Manusia Hanya akan Bekerja 2 Hari Dalam Seminggu

Prediksi Bill Gates Soal Cara Kerja Manusia 10 Tahun ke Depan.
Prediksi Bill Gates Soal Cara Kerja Manusia 10 Tahun ke Depan. (Foto: instagram.com/thisbillgates)

Jabodetabek.Id- Kemajuan teknologi yang pesat telah membawa perubahan besar dalam kehidupan manusia, termasuk dalam hal gaya hidup. 

Salah satu teknologi yang paling berpengaruh saat ini adalah kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Teknologi ini tidak hanya mempercepat inovasi, tetapi juga mulai menggeser pola kerja konvensional manusia.

Salah satu tokoh teknologi dunia, Bill Gates, ikut menyoroti perubahan ini.

Pendiri Microsoft tersebut meyakini bahwa AI memiliki potensi besar untuk mengotomatisasi hampir semua aspek pekerjaan.

Dalam waktu sepuluh tahun ke depan, Gates memprediksi bahwa manusia bisa saja hanya perlu bekerja dua hari dalam seminggu.

“Jika Anda tidak menyukai rutinitas kerja mingguan dari jam 09:00 sampai jam 17:00, ada kabar baik, saya memperkirakan bahwa dalam sepuluh tahun lagi, manusia mungkin dapat bekerja dua hari dalam seminggu, dan semua ini berkat AI,” ujar Gates, seperti dikutip dari Fortune.

Menurutnya, dengan kemajuan pesat AI, peran manusia dalam berbagai bidang akan semakin berkurang, sehingga konsep tempat kerja juga akan berubah secara signifikan.

Gates pun mempertanyakan ulang bentuk pekerjaan di masa depan.

“Bagaimana pekerjaan nanti? Haruskah kita bekerja hanya dua atau tiga hari seminggu?” katanya saat berbincang dengan Jimmy Fallon dalam The Tonight Show, dilansir dari Fortune.

Gagasan ini bukanlah hal baru dari Gates. Sejak kemunculan awal ChatGPT pada 2023, ia sudah menyampaikan bahwa masyarakat bisa saja memasuki era kerja tiga hari dalam seminggu.

Menurutnya, manusia akan memiliki lebih banyak waktu luang, dan dunia perlu menyesuaikan diri terhadap kondisi tersebut.

“Jika Anda memperluas wawasan, tujuan hidup bukan hanya untuk melakukan pekerjaan,” jelasnya.

Gagasan pengurangan jam kerja tentu menjadi harapan bagi banyak pekerja, terutama setelah pandemi yang menyebabkan kelelahan dan tekanan mental.

Beberapa eksperimen di berbagai negara menunjukkan hasil yang positif.

Salah satu perusahaan mencatat peningkatan produktivitas sebesar 24 persen setelah memotong jam kerja menjadi empat hari dalam seminggu, sekaligus mengurangi tingkat kelelahan hingga 50 persen.

Perubahan ke arah waktu kerja yang lebih singkat memang belum menjadi tren global, namun perlahan mulai diadopsi.

Salah satu contohnya adalah kebijakan baru dari pemerintah Tokyo yang menerapkan sistem kerja empat hari seminggu.

Kebijakan ini diharapkan dapat mendukung peningkatan angka kelahiran di Jepang.

Meski demikian, Gates menyadari bahwa dampak AI tidak akan merata di semua profesi.

Dalam percakapannya dengan Fallon, ia menyebut profesi dokter dan guru sebagai dua bidang yang kemungkinan besar akan mengalami transformasi besar.

“Dengan AI, selama dekade berikutnya, (kecerdasan) akan menjadi hal yang gratis dan biasa seperti nasihat medis yang hebat, bimbingan belajar yang hebat,” ungkapnya.

Namun, Gates juga menegaskan bahwa tidak semua aspek kehidupan akan tergantikan oleh AI.

Beberapa kegiatan akan tetap menjadi bagian dari peran manusia.

“Akan ada beberapa hal yang kita simpan untuk diri kita sendiri, tetapi dalam hal membuat sesuatu, memindahkan sesuatu, dan menanam makanan, seiring waktu, hal-hal tersebut pada dasarnya akan menjadi masalah yang terpecahkan,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *