Jabodetabek.id – Demonstrasi dilakukan puluhan karyawan sebuah hotel di Anyer dengan memblokir pintu masuk hotel yang menuntut kejelasan nasib, mulai uang pesangon hingga tunggakan gaji dibayar.
Saat ini status para karyawan itu menggantung dan jika dikenai PHK mereka menuntut pesangon dibayarkan seluruhnya sesuai masa kerja masing-masing karyawan.
“Kita sudah demo ke-4, karena tidak terjadi kesepakatan. Disnaker sudah, polsek, Polres Cilegon, Polda Banten juga memediasi kami,” kata Zaenal Abidin, perwakilan pegawai hotel, Sabtu (16/10/2021).
Dirinya mengatakan, demonstrasi itu digelar oleh para pekerja yang sudah bekerja puluhan tahun di hotel tersebut.
Zaenal mengaku sejak 2002 bekerja di bagian keamanan, adapula yang sudah bekerja sejak hotel berdiri 1997.
Dirinya mengatakan akibat hak puluhan karyawan itu belum dipenuhi membuat mereka menggelar demo.
Zaenal berkata bahwa pemilik hotel sempat berjanji akan memberikan uang hak mereka yang tertunda sebesar Rp 800 juta untuk 80 pekerja.
Baca Juga: Kejam! Polisi Banting Mahasiswa sampai Kejang-Kejang saat Demo di Pemkab Tangerang
Kemudian ada kesepakatan pemberian uang pesangon senilai Rp 2,4 miliar. Namun pembayaran pesangon pekerja tidak mau dicicil selama 4 tahun.
“Owner maunya dicicil 4 tahun, dicicil Rp 700 ribu per bulannya. Mediasi ini, katanya, dimajukan jadi 3 tahun, dengan Rp 1 juta per bulan. Kita penginnya simpel, bayar saja dulu setengahnya, buat usaha kita. Sisanya kita bicarakan, 3 bulan, 6 bulan, 1 tahun,” katanya.
Menurut Zaenal, polemik ini berawal dari pandemi COVID-19 pada 2020 yang kala itu karyawan bekerja 15 hari setiap bulan dan gaji diberikan setengahnya.
Pandemi berlanjut hingga 2021, mengakibatkan hotel sepi pengunjung dan berkurangnya pendapatan. Problem lainnya, Zaenal masih menerima gaji berdasarkan UMK 2017, sebesar Rp 3,3 juta.
“Sampai ke sini, kami tidak digaji. Karena ketidakjelasan dari manajemen, direksi, dan owner, makanya kami sering berunjuk rasa. Jika (kami) mau di-PHK, silakan, dengan ketentuan yang ada. Kami juga menyadari, besar dan hidup dari pihak hotel. Tapi, di satu sisi, terkait hak kami harus diperhatikan manajemen. Kami seperti dilempar-lempar,” tuturnya. (Dari Berbagai Sumber).















Leave a Reply