Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Dampak Gempa Magnitudo 4.8 di Karangasem Ada 243 Rumah Warga Rusak Berat

 

 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Karangasem, Bali, melaporkan ada 243 rumah warga yang rusak berat akibat dari gempa tersebut. (Foto; Dok Net/ Istimewa).
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Karangasem, Bali, melaporkan ada 243 rumah warga yang rusak berat akibat dari gempa tersebut. (Foto; Dok Net/ Istimewa).

Jabodetabek.id – Gempa bumi dengan magnitudo 4.8 yang menimpa warga di Karangasem, Bali Sabtu (16/10) lalu nyatanya banyak rumah warga yang rusak berat.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Karangasem, Bali, melaporkan ada 243 rumah warga yang rusak berat akibat dari gempa tersebut.

Untuk saat ini pemerintah Kabupaten Karangasem masih terus melakukan upaya penanganan darurat pasca gempa.

Baca juga : Tak Terima Istri Cantiknya Digoda, Suami di Banjarmasin dkk Bunuh Seorang Pria

Dan berdasarkan dari data pada Minggu (17/10), pukul 16.20 WIB, tercatat ada kerusakan dengan kategori rusak berat dan ada juga sebanyak 300 rumah rusak ringan, sisanya 3 rumah rusak sedang.

“Selain kerusakan di sektor permukiman, gempa mengakibatkan kerusakan berat pada 21 unit pelinggih atau bangunan suci, 6 paseh dan 2 candi. Satu candi lainnya rusak ringan,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, Minggu (17/10).

Baca juga : Kasus Pembunuhan Ibu dan Anak di Subang Belum Terungkap, Yosef Ancam Laporkan Para Youtober

Bukan hanya rumah warga saja yang mengalami kerusakan, ada juga satu unit fasilitas pendidikan dan 3 titik akses jalan yang tertutup longsor.

Untuk kerusakan di Karangasem, Bali, ini ada beberapa desa di 4 kecamatan, antara lain Desa Ban dan Dukuh (Kecamatan Kubu), Rendang dan Pempatan (Rendang), Jungutan (Bebandem) dan Amerta Buana (Selat).

Lalu bagi korban jiwa di kabupaten ada satu warga meninggal dunia, 6 luka berat dan 69 luka ringan. Warga yang mengalami luka-luka sudah mendapatkan perawatan.

Dalam hal ini, Bupati Karangasem telah menetapkan surat keputusan tanggap darurat dengan nomor 328/HK/2021. Status tanggap darurat berlaku 7 hari, terhitung tanggal 16 sampai 22 Oktober 2021.

Gempa yang terjadi di Karangasem pada pukul 03.18 WIB, dengan kedalaman 10 Km juga berdampak di Kabupaten Bangli.

Ada sebanyak 26 unit rumah warga rusak berat di kabupaten ini, sedangkan 9 rusak sedang dan 2 rusak ringan.

BPBD Kabupaten Bangli mencatat fasilitas umum dan aset warga yang terdampak antara lain kantor desa 1 unit, puskesmas 1, bumdes 1, rumah ibadah 2, dapur 2 dan MCK 2.

Korban jiwa di wilayah ini tercatat ad 2 warga meninggal dunia, 2 luka berat dan 5 luka ringan. BPBD menginformasikan sebanyak 5 KK atau 19 jiwa mengungsi akibat gempa.

Dampak gempa di Kabupaten Bangli tersebar di tiga desa di Kecamatan Kintamani, yaitu Desa Trunyan, Abang Batu Dinding dan Abang Songan.

Juga, BPBD Kabupaten Bangli telah mengaktifkan pos komando lapangan untuk mengkoordinasikan untuk hal lainnya dari berbagai pihak di wilayahnya.

Para personel tim reaksi BPBD menyediakan tenda-tenda untuk para warga yang mengalam rusak berat pada rumahnya. dan juga disediakannya bantuan logistik yang akan diberikan kepada warga yang terdampak gempa.

Di sisi lain, Kepala BNPB Letnan Jenderal TNI Ganip Warsito telah meninjau lokasi terdampak dan memberikan bantuan penanganan darurat.

Ganip yang tiba di Bali pada Minggu (17/10) pagi lalu melakukan koordinasi dengan BPBD terdampak, baik di Karangasem dan Bangli.

Dia memberikan apresiasinya kepada seluruh pihak yang sigap dan membantu para warga setelah terjadinya gempa.

Kepala BNPB lalu memberikan bantuan berupa paket makanan siap saji 60 paket, tenda keluarga sebanyak 20 unit, lauk pauk 433 paket, makanan tambahan gizi 153 paket, masker medis 28.000 buah, sabun cuci 240 buah, hand-sanitizer 100 ml sebanyak 1.440 botol. (Dari berbagai sumber).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *