
Jabodetabek.id – Empat partai seru akan tersaji yakni Title Fight Sabuk Juara Kelas Strawweight dan 3 partai perbaikan peringkat.
Mengusung tema The Victory Fight OnePride MMA, OnePride MMA Fight Night 51 kembali hadir pada pekan ini Sabtu, (23/10/2021), pukul 22.00 WIB.
Untuk laga utama OnePride MMA Sabtu nanti adalah Partai Perebutan Sabuk Juara Kelas Strawweight antara Sang Jawara Billy Pasulatan melawan Ahmad Sopiyan. Sebagai petarung dengan latar belakang Taekwondo, Billy mampu mengintegrasikan gaya tradisionalnya ke dalam permainan MMA.
Bahkan permainan bawahnya terbukti ampuh dengan kemenangan dengan cara submission.
Baca Juga: Marak Kasus Pinjaman Online, Kenali Ciri-Ciri Antara yang Legal dan Ilegal
Sementara lawannya Ahmad Sopiyan yang merupakan petarung asal Tangerang, Banten, saat ini memegang rekor 4 kali menang dan 1 kali kalah. Ahmad Sopiyan yang mempunyai latar belakang bela diri Mixed Martial Arts ini memliki julukan “The Destroyer”.
Pada co-main event nanti Yusuf Susilo akan bertarung menghadapi Andrey Pakaryanto dalam partai perbaikan peringkat kelas bantam. Yusuf Susilo, petarung asal Salatiga yang saat ini berusia 38 tahun.
Yusuf dikenal sering melakukan tendangan saat bertarung karena background bela diri Karate yang dimilikinya.
Lawannya yaitu Andrey Pakaryanto adalah petarung asal Kotamobagu, Sulawesi Utara. Petarung dengan rekor 3 kali kemenangan dan 1 kali kalah ini memiliki disiplin bela diri Taekwondo dan Boxing.
Baca Juga: Percobaan Hacker Retas Data Suzuki Indonesia Buat Produksi Mobil Terhenti 2 Hari
Partai selanjutnya adalah perbaikan Peringkat Kelas Women Strawweight, Inandya Citra akan melakoni pertarungan kontra Melpida Sitohang.
Pertarungan ini adalah rematch dari pertarungan OnePride MMA FN 20 di mana terjadi insiden di mana jari dari Melpida tidak sengaja menusuk mata Inandya. Sehingga pertarungan tidak bisa dilanjutkan dan Melpida harus menerima kekalahan diskualifikasi.
Melpida sendiri memiliki latar belakang bela diri Wushu Sanda, sementara Inandya memiliki latar belakang bela diri BJJ dan Muaythai.
Terakhir adalah partai perbaikan peringkat kelas Flyweight antara Galih Tornado melawan Javier Van Theola. Galih adalah fighter berusia 26 tahun, kelahiran Kota Semarang.
Baca Juga: Miracle! Jatuh dari Tebing Setinggi 21 Meter, Bocah Hanya Alami Luka Kecil
Galih Tornado memiliki latar belakang bela diri Wushu dan Muaythai. Sementara lawannya Javier petarung berusia 30 tahun asal Kota Jakarta.
Memiliki rekor bertarung 2 kali menang dan belum pernah kalah, ia memiliki disiplin bela diri Kick Boxing dan Muaythai.
(Dari Berbagai Sumber)










Leave a Reply