
Jabodetabek.id – Nasib Ole Gunnar tengah di ujung tanduk usai catatan minor yang diraih Manchester United beberapa pertandingan terakhir.
Alhasil beberapa nama belakangan ini santer dikaitkan untuk menggantikan juru taktik asal Norwegia itu. Salah satunya adalah Antonio Conte.
Kabar ini semakin kuat lantaran mantan pelatih Inter Milan tersebut kini tengah menganggur dan menyatakan tertarik untuk membuka negosiasi.
Betapa tidak, desakan fans agar pihak manajemen memecat Solskjaer ini menguat setelah Setan Merah dihajar telak Liverpool dengan lima gol di Old Trafford akhir pekan kemarin.
Baca Juga: Pada Akhir 2021, Menkes Targetkan Suntik 290 Juta Dosis Vaksin Covid-19 di Indonesia
Padahal awal klub mendukung penuh langkah Solskjaer melanjutkan marwahnya menangani MU.
Tapi apa daya, kekalahan demi kelahan didapat MU di beberapa pertandingan terakhir.
Mirisnya yang paling memalukan dari Liverpool, sebagian direksi pun berubah pikiran.
Banyak yang sudah tak sabar untuk memecat Solskjaer. Mereka malah siap melakukannya pekan ini juga sebelum laga melawan Tottenham Hotspur.
Baca Juga: Asyik Main Game, Ponsel Milik Bocah di Cengkareng Jakbar Dijambret
Sementara di ruang ganti tim, para pemain juga mulai sinis kepada Solskjaer.
Banyak dari penggawa MU yang meragukan kemampuan sang juru ramu taktik untuk bisa membawa tim bangkit dan bersaing di level atas.
Memang belum terjadi apa-apa antara Conte dengan MU. Bahkan faktanya jabatan pelatih juga masih dalam genggaman Solskjaer.
Namun bila berandai-andai Conte benar menangani MU pada akhirnya, maka diyakini hal tersebut bisa membawa petaka bagi Cristiano Ronaldo.
Baca Juga: Permudah Pembangunan Infrastruktur, Mari Kenalan dengan Jenis-Jenis Teknologi Konstruksi
Melansir dari Mirror, para pengamat berkeyakinan, Conte akan bersikap keras kepada timnya, seperti yang biasa dia lakukan. Selama ini dia memang dikenal sosok yang keras kepala dan pantang dibantah.
Dari gaya bermain dan sistem yang dibangun, Conte lebih menerapkan permainan kolektif dengan high pressure.
Artinya, seluruh lini diwajibkan bergerak menekan lawan, termasuk barisan penyerang.
Itu akan menjadi kontras dengan gaya Ronaldo. Belakangan, CR7 memang kerap dikritik karena cara bermain yang minta dilayani.
Baca Juga: Diduga Dikeroyok Oknum Sekuriti RS di Jakpus, Seorang Pria Tewas
Sebagai penyerang dia dianggap sama sekal tidak memberikan kontribusi dalam bertahan, termasuk sejak lini pertama.
Dia malas bergerak mencari bola, atau sekedar menganggu lawan di depan agar mengacaukan aliran bola.
Pada era Solskjaer sekarang, Ronaldo masih mendapatkan pembelaan. Sang manajer tetap menganggap dia telah menjalankan tugas dengan baik.
Tapi jika bersama Conte, kemungkinan Ronaldo tidak dapat bersikap demikian. Mantan pelatih Juventus itu bakalan menyiksanya di depan.
Baca Juga: Permasalahan dalam Hubungan yang Tidak Bisa Dihindari
Dan layak dicatat, dia adalah sosok yang tak kenal kompromi serta tak pandang bulu.
Jangankan menghadapi pemain, bahkan Conte tidak segan berlawanan dengan presiden atau pemilik klub bila memang dianggap tidak sesuai dengan prinsipnya. Ingat bagaimana kejadian ala di Juventus serta Inter.
(Dari Berbagai Sumber)











Leave a Reply