Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Viral! Anak Magang jika Resign Kena Denda Rp500 Ribu

Jabodetabek.id – Karyawan suatu perusahaan dengan anak magang aturan kerjanya memang berbeda. Anak magang ada yang diberi upah, ada juga yang tidak. Ibarat kata sudah lebih dari cukup dapat pengalaman kerja.

Namun, apa jadinya kalau anak magang yang memilih keluar kerja atau resign dikenakan aturan denda. Apakah itu sesuatu yang wajar atau keterlaluan?

Hal tersebut sebagaimana dialami netizen yang identitasnya dirahasiakan. Sebab merasa kaget sekaligus tak menyangka bahwa anak magang ada yang dikenakan denda oleh perusahaan membuat ceritanya viral di Twitter.

Baca Juga: Menurut Survei Kaspersky, Terkait Karyawan Ada 3 Kekhawatiran Keamanan Siber Teratas pada Bisnis

“Ada satu lagi, mereka mengenakan penalti untuk para intern (anak magang) yang resign sebelum masa magangnya habis. Penalti Rp500 ribu untuk setiap orang yang resign magang. Saya punya bukti beberapa teman saya yang membayar. Ada belasan anak magang yang resign, setidaknya pada angkatan magang saya,” curhat si netizen di awal cerita.

Dirinya melanjutkan bahwa memang tertulis di kontrak aturan resign sebelum waktunya dan ada denda Rp500 ribu tersebut

“Waktu itu saya pikir, seburuk apa sih kok sampai mau mundur magang. Tapi memang seburuk itu. Waktu itu saya masih polos,” ungkapnya.

“Bayangkan, upah magang Rp100 ribu, ditarget, tapi saat mundur disuruh bayar Rp500 ribu. Dan saya yakin ini sudah terjadi selama beberapa periode magang sebelumnya,” ujar dia.

Baca Juga: Mau Jadi Karyawan Tetap di Perusahaan? Simak 6 Tips Ini Agar Lulus Masa Probation Sewaktu Bekerja

Di keterangan berikutnya, maksud membongkar rahasia tempat dia magang si anak magang tersebut menjelaskan bahwa sudah sepatutnya untuk lebih ‘aware’ dengan hal seperti ini bagi para pencari magang.

“Saya ingin para ‘internship hunter’ lebih aware. Tidak semua perusahaan itu baik, tidak semua perusahaan itu menjalankan bisnisnya dengan benar,” ungkapnya.

Dirinya juga menjelaskan bahwa ‘startup’ tempatnya magang itu masih beroperasi sekarang dan cukup besar basis massanya.

Dia menerangkan, mereka masih membuka rekrutmen magang setiap 3/4 bulan sekali
dan pendaftarannya terus naik lebih dari 2.000 orang.

“Saya ingin menaikkan isu ini agar kita semua terutama mahasiswa dan fresh graduate naif seperti saya tidak terjerumus ke dalam jebakan kotor seperti ini. Kurang lebih seperti itu, Minbum. Thank you for listening,” tutupnya.

Akun @taktekbum membagikan tangkapan layar isi chat tersebut dan kini lebih dari 4 ribu netizen sudah menyebar ulang serta disukai nyaris 11 ribu orang di lini masa.

Di keterangan foto, penyebar foto menuliskan kalimat seperti ini, “Wow startap apa ya? Ini sih untung dari pemagang yang resign sekaligus dapat keringat dan darah gratis dari pekerja magang.”

Lantas, bagaimana reaksi netizen menanggapi isu ini?

“Adik-adik milenialsku, jangan mau underpaid tapi kerjaan kaya pegawai tetap. Cari ilmu boleh, dimanfaatin jangan,” komen @OpletDai**.

“Kejadian gua adalah bahkan teman magang ada yang keterima tapi pas gajian malah HRD-nya kaget, merasa enggak pernah merekrut teman magang gua. Ajaib enggak tuh? Terus HRD-nya bilang, ‘Kamu minta gaji sama orang yang ngerekrut kamu kemarin sana. Jangan sama saya’,” curhat @miler****.

Di sisi lain ada netizen dengan akun @_heartof***** yang melontarkan komentar seperti ini, “Loh, seharusnya dikerjakan dengan ikhlas. Itu sudah beruntung loh dapat ilmu gratis.” (Dari Berbagai Sumber). 

Ilustrasi. Anak magang
Ilustrasi. Anak magang (Foto: Dok Net/ Istimewa )

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *