Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Kronologi Peserta Trip Diduga Kabur dari Rombongan saat Liburan ke Korea Selatan, Awalnya Pamit Beli Sepatu di Myeongdong

Viral WNI asal Madiun diduga kabur saat liburan di Korea Selatan.
Viral WNI asal Madiun diduga kabur saat liburan di Korea Selatan. (Foto: Threads/sarjanabackpacker)

Jabodetabek.Id – Media sosial tengah ramai dengan unggahan seorang tour leader sedang mencari salah satu peserta yang diduga kabur dari rombongan saat liburan di Korea Selatan.

Melalui akun Threads @sarjanabackpacker, peserta tour bernama Femas yang berasal dari Madiun menghilang setelah berpamitan ingin jalan-jalan dan membeli sepatu sendiri.

“Peserta tour kami kabur. Femas asal Madiun,” tulisnya dalam utas yang diunggah, dikutip pada Jumat, 17 Juli 2026.

“Bertahun-tahun kami jaga nama baik, membangun kepercayaan, mengurus ribuan peserta agar bisa liburan dengan tenang. Rusak karena satu orang,” lanjutnya.

Kronologi Sebelum Diduga Kabur: Pamit Ingin Beli Sepatu

Pemilik akun mengungkapkan bahwa Femas dalam sosok pendiam dan saat pembagian kamar, ia tidur bersama dengan tour leader rombongan.

“Tidak ada tanda-tanda sama sekali. Beliau pendiam. Tour Leader satu kamar dengannya. Diajak ngobrol, diajak makan, diajak jalan. Bahkan ditanya berkali-kali apakah ada kesulitan, semuanya terlihat normal,” tulisnya lagi.

Sebelum hilang kabar, Femas diketahui berpamitan untuk jalan-jalan sendiri di sebuah kawasan perbelanjaan tanpa rombongan.

Ia mengaku ingin membeli sepatu, namun setelahnya tidak bisa dihubungi.

“Sampai malam itu, beliau berkata ingin melihat-lihat sepatu di Myeongdong. Lalu menghilang. Tidak pernah kembali ke hotel, tidak pernah menjawab telepon, tidak pernah membalas WhatsApp, tidak pernah memberi kabar,” sambungnya.

Pencarian juga dilakukan dengan menyisir lokasi terakhir Femas hingga membuat laporan ke pihak berwenang.

Membuat pada Travel hingga Harus Bayar Denda

Lebih lanjut, pemilik akun menyebut bahwa pihak travel harus menghadapi beberapa permasalahan karena hilangnya salah satu peserta.

“Kami yang harus menjelaskan ke vendor. Kami yang harus mempertanggungjawabkan ke pihak Korea, kami yang harus menghadapi risiko denda dan peserta lain yang sama sekali tidak tahu apa-apa ikut terkena dampaknya,” tambahnya.

“Kami marah karena keputusan satu orang bisa membuat ratusan peserta berikutnya ikut menjadi korban. Kami travel dikenakan denda Rp 125 juta,” tuturnya lagi.

Kejanggalan saat Bertemu Pihak Keluarga

Selain terus berupaya mencari Femas, pihak travel juga menemui keluarganya di Madiun dan mencari keterangan dari sang ibu.

“Sejak awal, jawaban yang kami terima hanyalah ‘Saya tidak tahu.’ Ditanya lagi ‘Saya tidak tahu.’ Ditanya lebih dalam, ‘Saya juga tidak tahu,’” jelasnya.

“Semakin lama pembicaraan berlangsung, semakin banyak kejanggalan yang kami temukan. Keterangan yang disampaikan mulai berubah. Awalnya mengaku tidak tahu apa pun, kemudian mulai mengaku mengetahui sebagian. Lalu muncul lagi informasi-informasi baru yang sebelumnya tidak pernah disampaikan,” paparnya.

Salah satunya ditemukan aplikasi penerjemah bahasa yang kerap digunakan untuk menerjemahkan bahasa Korea di HP sang ibu.

Dugaan Ingin Bekerja Jalur Ilegal dan Sayembara Berhadiah untuk Temukan Femas

Usai utas tersebut viral, tak sedikit yang beranggapan bahwa ada dugaan ingin bekerja dengan dengan jalur ilegal.

Warganet juga menganggap respons keluarga tidak menunjukkan kekhawatiran dan terungkapnya aplikasi penerjemah bahasa Korea tersebut.

“Masyarakat Indonesia yang benar-benar ingin berwisata secara legal ikut merasakan dampaknya. Karena itu kami memohon jangan lagi ada yang menggunakan visa wisata untuk tujuan yang berbeda.Kalau memang memiliki cita-cita bekerja di luar negeri, tempuhlah jalur yang resmi,” tulis pemilik akun dalam unggahan terbarunya.

Sementara dalam unggahan di platform Instagram, pihak travel menjanjikan liburan bagi yang menemukan keberadaan Femas dan melaporkan ke pihak berwenang di Korea Selatan.

“Kalau ada WNI di Korea ketemu Femas, langsung laporkan ke petugas berwenang. Kalau aksinya bikin Femas pulang, tanda terima kasih kami, gue ajak satu keluarga lu ke Singapura-Malaysia selama 4 hari 3 malam secara gratis,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *