
Jabodetabek.Id – Promedia Teknologi Indonesia (PTI) sukses menggelar acara Mediapreneur Talks yang digelar di Hotel Santika Tasikmalaya, Jawa Barat, pada Kamis, 6 November 2025.
Promedia menyelenggarakan event Mediapreneur Talks sebagai salah satu rangkaian acara dalam event roadshow bertajuk “Journalism 360: Jurnalisme Berkualitas dan Berkelanjutan”, setelah sebelumnya sukses mengadakan seminar jurnalistik ini di Hotel Santika Premiere Gubeng, Surabaya, Jawa Timur, pada Kamis, 25 September 2025 lalu.
Terkini, acara Mediapreneur Talks hadir di Kota Tasikmalaya yang juga berkat dukungan dan disponsori oleh Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
Kota Tasikmalaya menjadi rangkaian acara roadshow Journalism 360 Promedia yang terakhir dari perjalanan ke-6 kota di Indonesia.
Bagi yang belum tahu, sebelumnya Promedia telah menggelar kegiatan Mediapreneur Talks di Semarang (Oktober 2024), Palembang (Desember 2024), Medan (Januari 2025), Tangerang (Juli 2025), dan Surabaya (September 2025).
Dengan semangat kolaborasi, Promedia mengajak seluruh pelaku industri media di Tanah Air, baik para pengusaha hingga insan jurnalis untuk mampu menjalankan bisnis media yang berkelanjutan dengan mengedepankan kolaborasi dan pendekatan digital.
Terdapat 3 pembahasan utama yang diangkat dalam kegiatan Mediapreneur Talks di Tasikmalaya.
Pertama, CEO Promedia, Agus Sulistriyono menjelaskan terkait model bisnis media berkelanjutan.
Kedua, terdapat pembahasan mengenai tren iklan digital terkini yang disampaikan CEO Props, Ilona Juwita.
Ketiga, dalam acara ini juga membahas tentang pengembangan jurnalisme berkualitas yang diisi oleh Ketua Komite Publisher Right atau disebut juga Komite Tanggung Jawab Perusahaan Platform Digital untuk Mendukung Jurnalisme Berkualitas (KTP2JB), Suprapto Sastro Atmojo.
Lantas, bagaimana keseruan acara Mediapreneur Talks yang ramai diikuti para pengusaha media dan insan jurnalis di Kota Tasikmalaya? Berikut ulasan selengkapnya.
CEO Promedia: Bisnis Informasi Tak Pernah Mati
Agus Sulistriyono selaku CEO Promedia menuturkan tentang Promedia yang berkolaborasi membangun media online bersama para pemilik media, dengan mengusung konsep ‘economic sharing’ atau gotong royong.
“Promedia Teknologi Indonesia adalah perusahaan teknologi dan konsultan media. Kita kolaborasi membangun media online arus utama bersama para pemilik media dan jurnalis di seluruh Indonesia,” tutur Agus Sulistriyono.
“Selain itu, Promedia memberikan support (dukungan) teknologi, infrastruktur, pelatihan, strategi dan monetisasi dengan mengusung konsep economic sharing atau gotong royong,” tambahnya.
Agus Sulistriyono mengatakan, media sosial masa kini telah berkembang menjadi berbagai platform digital.
“Di era digital hari ini, media sosial sudah menjelma berbagai medium, mulai dari Instagram, Facebook. Namun, sebenarnya yang ada di dalamnya itu adalah tentang menyampaikan informasi dari satu titik ke titik yang lain,” ujarnya.
CEO Promedia kemudian mengajak para insan jurnalis di Tasikmalaya untuk berkolaborasi membangun optimisme agar senantiasa mempertahankan serta meningkatkan brand media yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
“Kita sepakat untuk bersama-sama bangun optimisme bahwa bisnis informasi tidak akan pernah mati,” ajaknya.
KTP2JB: Bangun Jurnalisme Berkualitas
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Komite Publisher Right, Suprapto Sastro Atmojo mengungkap perusahaan yang belum terverifikasi Dewan Pers dapat merasakan manfaat dari Perpres Nomor 32 Tahun 2024.
“Perusahaan pers yang belum terverifikasi tapi sudah menjadi badan hukum, sehingga bisa mendapatkan benefit (manfaat) dengan adanya Perpres,” ungkap Suprapto.
“Hal ini berkaitan dengan adanya pelatihan jurnalisme berkualitas dapat diselenggarakan sendiri oleh perusahaan platform digital,” lanjutnya.
Suprapto juga menjelaskan, program dan pelatihan jurnalisme berkualitas, dapat diselenggarakan sendiri oleh perusahaan platform digital maupun kerja sama dengan perusahaan media.
“Program dan pelatihan jurnalisme berkualitas dapat diselenggarakan sendiri oleh perusahaan platform digital,” jelasnya.
“Dan diselenggarakan dalam kerja sama dengan perusahaan media, atau pun diselenggarakan dalam koordinasi dengan komite (publisher rights),” imbuh Suprapto.
CEO Props: Peluang Monetisasi Iklan Digital
Dalam diskusi bersama insan jurnalis dan pengusaha media di Tasikmalaya, Ilona Juwita sebagai CEO Props turut memaparkan tentang pertumbuhan periklanan digital bagi Industri media.
“Pertumbuhan iklan di Indonesia di tahun 2025 diperkirakan sebesar 5,1 persen dengan nilai sekitar 4 juta dolar AS (setara Rp64,9 miliar dengan kurs Rp16.288),” paparnya.
Selain itu, Ilona Juwita menyoroti tentang pentingnya pengelolaan data pelanggan untuk membuka peluang baru terkait monetisasi periklanan digital.
“Tidak hanya konten, pengelolaan data pelanggan menjadi sama pentingnya untuk memastikan pengalaman berkunjung yang tepat, dan peluang baru dalam monetisasi iklan,” sebutnya.
Ilona Juwita melanjutkan, para pengusaha media dapat meningkatkan penjualan ruang iklan digital, seiring dengan peningkatan kualitas konten.
“Jadi kita bisa kembangkan berbagai konten agar meningkatkan programmatic advertising,” tandasnya.













Leave a Reply