Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Kembali Bermasalah, Wali Murid di Sampang Keluhkan Temuan Belatung pada Menu Ikan Bandeng MBG

Menu ikan bandeng MBG kembali menuai sorotan karena ditemukan belatung.
Menu ikan bandeng MBG kembali menuai sorotan karena ditemukan belatung. (Foto: Instagram/sampang.update)

Jabodetabek.id – Menu ikan bandeng untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) lagi-lagi ramai menjadi sorotan di media sosial.

Baru-baru ini, viral video temuan belatung di ikan bandeng yang dibagikan untuk wilayah Rong Tengah, Sampang, Jawa Timur.

Video tersebut merupakan keluhan dari salah satu wali murid SDN Rong Tengah 2 Sampang pada Senin, 9 Maret 2026.

“MBG Sampang Rong Tengah ini, ikannya ada banyak ulatnya,” ujar perekam video, dikutip dari unggahan akun Instagram @sampang.update pada Selasa, 10 Maret 2026.

SPPG Dalpenang Akui Ikan Bandeng Berasal dari Dapurnya

Ikan bandeng di Sampang yang viral tersebut merupakan pelayanan dari dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Dalpenang.

Pihak SPG pun mengakui bahwa ikan bandeng tersebut memang berasal dari menu yang dibagikan pada awal minggu ini.

“Terkait dengan adanya menu yang terjadi di SDN Rong Tengah 2 itu memang benar adanya,” ucap Kepala SPPG Dalpenang, Athoullah dalam keterangan yang diberikan pada Selasa, 10 Maret 2026.

“Saya selaku Kepala SPPG memohon maaf,” imbuhnya.

Setelah mendapat laporan bahwa ada menu yang tak layak dikonsumsi, ia mengatakan pihaknya langsung melakukan penggantian.

“Selesai itu, kami langsung bertindak dan bertanggung jawab terkait pelayanan di Dalpenang dengan cara mengganti menu yang sudah tidak layak,” terangnya.

Mengklaim Sudah Melakukan Penyortiran

Mengenai asal belatung yang ditemukan di bandeng presto, Athoullah mengatakan bahwa mereka memesannya dari UMKM.

“Pada saat itu memang menunya agak telat masuknya ke dapur sekitar pukul 01.00 WIB, hal itu sudah disortir oleh semua karyawan,” jelasnya.

Penyortiran itu, kata Athoullah dilakukan pada menu buah dan ikan bandeng tersebut.

“Menu yang tidak layak langsung kami buang. Mungkin karena ada salah satu ikan kurang layak yang terselip, sehingga akhirnya kecolongan,” lanjutnya.

“Semua disortir sebelum di-packing untuk antisipasi,” tuturnya.

Selanjutnya, evaluasi akan dilakukan dengan lebih memperhatikan kualitas menu dan penyortiran agar tidak ada kesalahan di masa depan.

“Untuk suplai bahan dalam prosedur itu mitra yang mengatasi, kepala SPPG itu terkait harga,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *