Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Tangki Elpiji Seberat 50.000 Kg Diamankan usai Viral Insiden Kebakaran di Stasiun Pengisian Elpiji Cimuning Bekasi

Menyoroti proses pemadaman kebakaran besar di kawasan SPBE Cimuning, Bekasi yang viral di medsos.
Menyoroti proses pemadaman kebakaran besar di kawasan SPBE Cimuning, Bekasi yang viral di medsos. (Foto: Instagram.com/@jktinfo)

Jabodetabek.Id – Kebakaran besar melanda kawasan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) di Cimuning, Mustika Jaya, Bekasi, Jawa Barat, pada Rabu, 1 April 2026 malam.

Kobaran api di SPBE Bekasi itu berhasil dipadamkan setelah penanganan selama kurang lebih 5 jam, pada Kamis, 2 April 2026 dini hari.

Dalam video unggahan Instagram @jktinfo, pada hari yang sama, terlihat besarnya api yang bersumber dari kawasan SPBE Cimuning, Bekasi itu hingga merembet ke pemukiman warga.

“Kebakaran besar melanda SPBE dan sejumlah rumah warga di Cimuning, Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat,” tulis postingan itu.

Hal tersebut, sontak menuai sorotan sebagian publik di media sosial ihwal penyebab kebakaran besar pada Stasiun Pengisian Elpiji di Bekasi.

Perihal itu, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Bekasi kini telah mengungkap dugaan penyebab kebakaran. Berikut ini ulasannya.

Dugaan Sementara: Arus Pendek Listrik

Secara terpisah, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kota Bekasi, Heryanto menyebut dugaan sementara penyebab kebakaran, yakni berkaitan dengan arus pendek listrik.

“Dugaan sementara adalah adanya arus pendek listrik yang kemudian menyebabkan kebakaran dan meluas ke seluruh area,” ujar Heryanto dalam keterangan resminya, pada Kamis, 2 April 2026.

Heryanto menyebut, titik awal kebakaran diduga berasal dari dalam area SPBE.

Bahkan, sebelum api membesar, sempat terjadi 1 kali ledakan saat proses pengisian mobil tangki gas.

100 Personel Diterjunkan

Dalam insiden ini, Heryanto menjelaskan pihaknya menerima laporan kebakaran sekitar pukul 20.00 WIB dan langsung mengerahkan tim ke lokasi.

“Kami mengirimkan sebanyak 15 unit kendaraan. Sejak pukul 01.00 WIB sudah melakukan proses pendinginan,” ungkapnya.

Heryanto menyebutkan, total personel yang dikerahkan mencapai ratusan orang.

“Kita menurunkan 12 regu sekitar 72 personel, ditambah tim pendukung, total sekitar 100 orang,” paparnya.

Meski api utama telah berhasil dikendalikan, petugas masih berfokus pada satu titik sumber api yang sulit dipadamkan.

Tangki 50.000 Kg Diamankan

Dalam kesempatan yang sama, Heryanto menuturkan, proses pendinginan terus dilakukan hingga gas benar-benar habis agar api padam sepenuhnya.

“Saat ini masih terus kami dorong pendinginannya supaya selesai gasnya, baru bisa padam,” sebutnya.

Heryanto memastikan, akibat kebakaran tersebut, kondisi SPBE mengalami kerusakan berat.

Meski demikian, petugas berhasil mengamankan tangki gas berkapasitas besar yang berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.

“Di belakang ada tangki elpiji sekitar 50.000 kilogram. Alhamdulillah bisa kita amankan,” ungkap Heryanto.

“Kalau sampai terbakar, itu paling berbahaya,” tambahnya.

Masih dalam Proses Pendinginan

Dalam proses pemadaman, petugas menggunakan metode khusus untuk menangani kebakaran berbahan gas, yaitu menggunakan foam atau cairan seperti deterjen untuk mempercepat api padam.

Perihal itu, Heryanto menjelaskan, penanganan kebakaran gas membutuhkan kehati-hatian tinggi karena berisiko menimbulkan ledakan susulan.

Terlebih, lokasi SPBE yang berada di tengah permukiman padat penduduk, sehingga api cepat merembet ke bangunan warga.

“Di belakang ada rumah, di samping juga ada rumah,” katanya.

Hingga berita ini terbit, api telah berhasil dikendalikan, namun petugas masih melakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada potensi kebakaran susulan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *