Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

DPR Soroti Korban Pelecehan di Panti Asuhan Tangerang, Begini Kata Sang Guru yang Ungkap Keluhan Para Santrinya: Ustaz Ingin Pulang

Jabodetabek.Id – Anggota DPR RI Arzeti Bilbina meminta pemerintah untuk memastikan adanya pendampingan psikologis bagi para korban pelecehan seksual di Panti Asuhan Darussalam An-Nur, Tangerang.

“Selain pemeriksaan kesehatan fisik, pendampingan psikologis bagi para korban secara intens harus menjadi prioritas,” kata Arzeti kepada wartawan di Jakarta, pada Jumat, 11 Oktober 2024.

Anggota DPR RI itu menyoroti kesehatan mental anak-anak yang mengalami pelecehan seksual di panti asuhan tersebut.

“Ini demi kesehatan mental anak-anak yang mengalami kejadian keji yang sangat luar biasa itu,” terangnya.

Arzeti pun mengecam keras aksi pencabulan yang terjadi di Panti Asuhan Tangerang itu dan mengutuk tiga orang tersangka yang merupakan pengurus yayasan.

“Ini sebuah tindakan keji dan sangat mengkhawatirkan. Yayasan Panti Asuhan yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak, malah ada aksi yang tidak terpuji dari pemilik dan pengurusnya sendiri,” ujarnya.

Adapun, polisi telah menetapkan tiga orang tersangka, yaitu Pemilik Yayasan, Sudirman (49), dan dua orang pengasuh santri, Yusuf Bahtiar (30) dan Yandi Supriyadi (28).

Terkini, Polda Metro Jaya melaporkan korban pelecehan seksual di Panti Asuhan Darussalam An-Nur itu telah bertambah satu orang, sehingga totalnya menjadi delapan orang.

Kesaksian Sang Guru Santri

Dalam kesempatan berbeda, influencer Deddy Corbuzier melakukan wawancara dengan seorang guru santri, Hasan, di panti asuhan tersebut.

Salah satu kesaksian Hasan yang membuat kasus ini terasa miris, ketika dirinya mengaku pernah menerima keluhan dari santrinya yang ingin pulang.

“Yang dilecehkan kebanyakan anak-anak, pria,” kata Hasan dalam unggahan video YouTube Deddy Corbuzier yang tayang pada Jumat, 11 Oktober 2024.

Menanggapi pernyataan itu, Deddy penasaran dengan usia para korban.

“Anak-anak ini usia berapa?” kata Deddy kepada sang guru di panti asuhan itu.

“Relatif, anak-anak dari usia 8 tahun,” jawab Hasan.

Kemudian, Deddy menanyakan hal yang para korban alami dalam kasus pelecehan tersebut.

“Mereka (korban) diperkosa? disodomi? Berapa banyak?” ujar influencer itu melempar pertanyaan berikutnya kepada Hasan.

“Iya semacam itu, bahkan ada (korban) yang usianya 7 tahun,” jawab sang guru dari para santri yang menjadi korban pelecehan tersebut.

Lebih lanjut, Hasan mengaku dirinya pernah menerima keluhan dari seorang santrinya yang mengutarakan keinginannya untuk pulang.

Namun, Hasan menyesalkan saat itu tidak menggali alasannya lebih dalam.

“Saya pernah tabayyun (konfirmasi) dari seorang santri, anak ini dari Maluku. Anak ini sama saya suka ngeluh, ‘Ustaz saya ingin pulang’,” ungkapnya.

“Saya kan nanya, ‘ngapain di sini enak, fasilitasnya banyak’, dia usianya 14 tahun, dia nggak pernah cerita,” sambungnya.

Seiring waktu berlalu, dirinya lantas meminta bantuan pembina santri untuk membujuk santri asal Maluku tersebut untuk bercerita. 

“Akhirnya saya minta bantuan kakak pembina, akhirnya dia terbuka kalau setiap malam suka mendapat pelecehan,” tutur guru santri itu.

“Pengakuannya sih sejak awal semenjak dia gabung, untuk tahunnya saya lupa,” tandanya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *