
Jabodetabek.Id- Dalam era digital masa kini, membangun merek (brand) yang kuat di dunia belanja online (e-commerce) adalah hal yang sangat penting.
Bagi para pelaku usaha yang berkecimpung di dunia e-commerce pasti ingin pelanggannya dengan mudah mengingat brand yang selama ini telah dibangun.
Terlebih, kini persaingan dunia online yang semakin kompetitif sehingga memacu para pebisnis untuk menciptakan identitas brand yang menonjol.
Dilansir dari Forbes, hal yang sangat penting untuk diketahui para pebisnis toko belanja online adalah tentang manajemen brand.
Mantan Agensi Forbes, Drew Urquhart berbagi pandangannya tentang tantangan dan peluang bagi pebisnis yang ingin merek dagangannya dikenal luas di dunia e-commerce.
“Manajemen brand dalam e-commerce lebih penting daripada hanya ingin mendapatkan kembali pelanggan,” kata Drew dalam artikel Forbes yang tayang pada tahun 2023 lalu.
Lantas, bagaimana cara mengatur manajemen brand agar dapat meningkatkan penjualan di e-commerce? Begini kata sang mantan Agensi Forbes.
Apa Itu Manajemen Brand?
Manajemen brand ternyata lebih dari sekadar warna logo atau tampilan produk di situs e-commerce. Drew menjelaskan tiga komponen utama dalam menentukan manajemen brand.
1.Kesadaran
Hal ini tentang audiens yang akan mengenal produk, dan mencari tahu kelompok yang ideal sebagai target pelanggan toko belanja online.
2.Nilai
Suatu merek harus memiliki nilai yang memungkinkan para pengecer dapat memberikan harga lebih untuk produk tersebut.
3.Perasaan
Hal yang acapkali seringkali terlupa bagi para pebisnis yang fokus meningkatkan trafik penjualan adalah perasaan.
“Cobalah lebih sering untuk memposisikan diri sebagai pelanggan saat melihat brand toko Anda,” tegas Drew.
Strategi Branding Untuk Tarik Perhatian Pelanggan
Drew menyebutkan sejumlah cara dalam meningkatkan brand agar lebih mampu menarik perhatian pelanggan di pasar e-commerce.
1.Tentukan Audiens Anda
Pebisnis yang realistis akan mengerti tentang siapa yang akan menjadi pelanggan setianya. Sebab, mereka cenderung mempersempit target penjualannya untuk kelompok tertentu.
“Kemudian, bangun hubungan dengan para pelanggan dari kelompok itu daripada harus mencoba berhubungan dengan semua orang sekaligus,” tutur Drew.
Cara untuk menentukan audiens itu yakni dengan membuat ‘testimoni’ para pelanggan yang memiliki latar belakang yang sesuai dengan produk.
“Mulailah strategi membangun merek yang relevan dengan latar belakang pelanggan Anda,” tandasnya.
2.Jadilah Brand yang Konsisten
Panduan tentang brand ini berisi ringkasan tentang warna, gaya tulisan, dan setiap detail yang perlu dilakukan secara konsisten.
Drew menilai, konsistensi toko dalam membranding produknya memiliki nilai tersendiri di mata pelanggan.
“Panduan ini harus selalu dijalankan di setiap iklan brand Anda, untuk memastikan konsistensi sebuah toko belanja online,” ujar Drew.
“Sebab audiens menilai Anda juga salah satunya dari iklan produk yang pernah tersiar di laman media sosial atau internet,” tandasnya
3.Toko Belanja Online yang Terkenal ‘Sat Set’
Pelanggan juga menilai sisi lain terlepas dari mudah atau sulitnya sebuah brand untuk dingat.
Salah satunya melalui perilaku karyawan yang cepat alias sat set dalam menanggapi respon dari pelanggan.
Menurut Drew, hal tersebut merupakan salah satu manajemen brand yang dikendalikan dari sisi meningkatkan pengalaman baik para pelanggan.
“Pelanggan tak hanya melihat merek tapi juga mengamati bagaimana cara toko e-commerce itu merespon dirinya dan pelanggan lain,” tandasnya.











Leave a Reply