Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Sinopsis Film ‘28 Years Later’, Perjalanan Cillian Murphy di Sebuah Kota Kecil dengan Nuansa Soundtrack yang Mengerikan

Poster Film Terbaru Sony Pictures Entertainment berjudul ‘28 Years Later’.
Poster Film Terbaru Sony Pictures Entertainment berjudul ‘28 Years Later’. (Foto: Instagram.com/@28yearslatermovie)

Jabodetabek.Id – Sony Pictures Entertainment resmi merilis trailer film baru berjudul ’28 Years Later’, pada Selasa, 10 Desember 2024.

Sebuah film terbaru yang hadir setelah penantian panjang dari film horor 28 Days Later (2002) dan 28 Weeks Later (2007).

Sebagai lanjutan dari dua film itu, 28 Years Later akan dirilis pada 20 Juni 2025 mendatang.

Film 28 Years Later membawakan cerita baru yang berlatar belakang dalam dunia yang diciptakan oleh 28 Days Later, sebagai film sebelumnya.

Karya itu disutradarai oleh pemenang Academy Award, Danny Boyle dan penulis nominasi Academy Award, Alex Garland.

Terkini, para penggemar film ini dapat mengintip cuplikan singkat dalam official trailer 28 Years Later yang tampak menampilkan aktor Cillian Murphy yang berperan sebagai seorang kurir sepeda, Jim.

Jim terlihat seperti inkarnasi (penjelmaan) zombie yang sebelumnya pada film 28 Days Later, dirinya terbebas dari kiamat usai melawan rintangan yang sangat berat.

Lantas, bagaimana sinopsis terbaru dari film 28 Years Later? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Sinopsis 28 Years Later

Trailer film 28 Years Later bermula dari adegan yang menegangkan sekelompok anak-anak yang tengah menonton acara TV anak-anak Inggris Teletubbies.

Alur film ini melaju dengan cepat menuju 28 tahun kemudian, tampak sebuah kota kecil yang diisi oleh orang-orang yang tinggal di pada sebuah pulau misterius.

Berbekal busur dan anak panah sebagai senjata, Bintang Film ‘Kraven the Hunter’, Aaron Taylor dan Johnson bersama aktor remaja Alfie William, berangkat dari pulau itu untuk menjalankan misi yang tidak diketahui.

Puisi yang Membayangi Para Tentara AS Era 1903

Trailer itu juga memiliki soundtrack musikalisasi puisi tahun 1903 bertajuk ‘Boots’ karya penulis asal Inggris, Rudyard Kipling.

Puisi itu mampu membayang-bayangi para prajurit infanteri Angkatan Darat Inggris.

Dilansir dari Business Insider, siapapun yang pernah bersekolah di Akademi Bertahan Hidup, Menghindar, Perlawanan, dan Melarikan Diri atau US Navy’s Survival, Evasion, Resistance, and Escape (SERE) di AS, tidak akan pernah melupakan puisi Kipling.

Tentara AS lulusan SERE, Ward Carroll bercerita tentang puisi Boots yang kerap dilantunkan berulang-ulang dengan suara yang dinilai sangat menghantuinya saat ditahan dalam sebuah sel kecil pada tahun 1984 silam.

Ternyata, puisi Boots itu memang bertujuan untuk membuat para Tentara AS dapat bertahan hidup meski berada dalam tekanan.

Puisi karya Kipling itu bercerita tentang perjalanan pasukan infanteri di Inggris saat menjajah sebagian wilayah Afrika.

Para prajurit itu berbaris selama berminggu-minggu tanpa tujuan yang jelas dan membuat mereka menjadi gila saat melihat sepatu boots di depan mereka.

Namun, mereka tidak dapat mengambil cuti atau pulang kampung ke Inggris karena peperangan yang berlangsung tanpa syarat pembebasan.

Berikut ini bait puisi ‘Boots’ karya Kipling pada tahun 1903:

We’re foot, slog, slog, slog, sloggin’ over Africa

Foot, foot, foot, foot, sloggin’ over Africa 

Boots, boots, boots, boots, movin’ up and down again!

There’s no discharge in the war!

(Kami melangkah, melangkah, melangkah, melangkah, melangkah melintasi Afrika

Langkah, langkah, langkah, langkah, langkah, melangkah melintasi Afrika

Sepatu bot, sepatu bot, sepatu bot, sepatu bot, bergerak naik turun lagi!

Tidak ada pelepasan dalam perang!)

Seven, six, eleven, five, nine-an’ twenty mile today

Four, eleven, seventeen, thirty-two the day before 

Boots, boots, boots, boots, movin’ up and down again!

There’s no discharge in the war!

(Tujuh, enam, sebelas, lima, sembilan puluh dua mil hari ini

Empat, sebelas, tujuh belas, tiga puluh dua hari sebelumnya 

Sepatu bot, sepatu bot, sepatu bot, sepatu bot, bergerak naik turun lagi!

Tidak ada pelepasan dalam perang!)

Don’t, don’t, don’t, don’t, look at what’s in front of you

Boots, boots, boots, boots, movin’ up an’ down again 

Men, men, men, men, men go mad with watchin’ ’em

An’ there’s no discharge in the war!

(Jangan, jangan, jangan, jangan, lihat apa yang ada di hadapanmu

Sepatu bot, sepatu bot, sepatu bot, sepatu bot, bergerak ke atas dan ke bawah lagi

Pria, pria, pria, pria, pria menjadi gila melihatnya Dan

Tak ada pelepasan dalam perang!)

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *