Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Kisah Sukses Lemonilo Ciptakan Pasar Sendiri di Tengah Persaingan Dunia Usaha, Sang Pendiri Justru Soroti Kegagalan Ini

Ronald Wijaya sosok pendiri perusahaan produk mie instan di Indonesia, Lemonilo.
Ronald Wijaya sosok pendiri perusahaan produk mie instan di Indonesia, Lemonilo. (Foto: YouTube.com / Merry Riana)

Jabodetabek.Id – Sebagian masyarakat Indonesia pasti mengenal perusahaan rintisan (startup) di bidang makanan, Lemonilo yang menawarkan berbagai macam olahan makanan, salah satunya produk mie instan.

Melalui laman resmi lemonilo.com, Lemonilo pertama kali meluncurkan produk mie instan rasa mie goreng secara online pada tahun 2017 silam.

Seiring dengan meningkatnya permintaan, produk mie instan Lemonilo kini tersedia di lebih dari 28 wilayah di Indonesia.

Lantas, bagaimana kesuksesan Lemonilo yang pada mulanya merupakan perusahaan rintisan di Indonesia? Berikut ini ulasan selengkapnya.

Startup yang Dibangun pada 2015

Tiga sosok pendiri Lemonilo, yakni Shinta Nurfauzia dan Ronald Wijaya, keduanya menjabat sebagai CO-CEO. Sementara satu orang lagi adalah Johannes Ardiant sebagai Chief Product and Technology.

Perusahaan yang mulai dibangun pada tahun 2015 ini pada mulanya hadir sebagai startup kesehatan bernama Konsula.

Lemonilo resmi berdiri dengan mengusung konsep gaya hidup sehat dan mendapatkan pendanaan dari Alpha JWC Ventures dan Unifam Capital pada tahun 2018.

Selain itu, Lemonilo juga mendapatkan pendanaan 36 juta dolar AS atau setara Rp516,2 miliar dari Sofina di Belgia dan Sequoia Capital di India pada tahun 2022.

Pada November 2024, Lemonilo meraih penghargaan Most Innovative In-House Counsel Team 2024 untuk sektor retail pada acara Indonesian In-House Counsel Summit and Awards 2024.

Berkaca dari hal itu, perjalanan bisnis Lemonilo tidak semudah yang dikira publik. 

Ronald Wijaya selaku CO-CEO bercerita tentang lika-liku yang dialami Lemonilo. Mari mengintip kisah inspiratifnya.

Belajar dari Kegagalan, Lemonilo Ciptakan Pasar Sendiri

Dalam siniar YouTube Merry Riana pada 19 Oktober 2024 lalu, Ronald bercerita sebelum melahirkan produk mie instan Lemonilo juga pernah mengalami kegagalan dalam menciptakan produk-produk sebelumnya.

“Lemonilo pernah meluncurkan produk-produk lainnya, banyak dan gagal. Jadi tidak selalu berhasil,” ujar Ronald.

“Banyak sekali kegagalan yang kita alami juga, Konsula gagal, Lemonilo bikin e-commerce juga gagal, bikin brand sendiri juga banyak gagalnya,” sebutnya.

Ronald bersama dua rekan pendiri lainnya menilai setiap kegagalan itu sebagai pembelajaran dan diambil hikmahnya.

“Semuanya dijalani dan belajar dari setiap kegagalan karena itu penting, sangat penting sekali,” tegasnya.

Kemudian, Ronald menyoroti keberhasilan Lemonilo dalam menciptakan pasar sendiri di tengah persaingan dunia usaha.

“Yang berhasil itu selalu di mana kita menciptakan market sendiri, barang yang sebelumnya tidak ada,” terang Ronald.

“Contoh mie instan yang hijau itu sebelumnya tidak ada, kalaupun ada itu kecil-kecilan. Mie hijau dengan bahan yang sehat itu kita ciptakan sendiri,” tandasnya.

Ronald Wijaya: Jangan Tergesa-gesa Menjalani Bisnis

Dalam kesempatan yang sama, Ronald juga menuturkan seorang pebisnis harus mau membuat sesuatu dari yang kecil.

“Setiap kali kita mau membuat sesuatu dimulai dari yang kecil dulu,” tuturnya.

Menurut Ronald, seseorang yang tergesa-gesa dalam menjalankan bisnis akan menghabiskan banyak uang secara percuma.

“Kita yang tergesa-gesa untuk membuat bisnis kita menjadi besar. Semua butuh proses,” tegas Ronald.

“Banyak orang itu menghabiskan uang ketika mereka berpikir bisnisnya akan berjalan lancar, menurutku itu kesalahan besar,” lanjutnya.

Ronald menyarankan untuk menginvestasikan uang dalam menjalani bisnis untuk satu toko yang terbukti berhasil.

“Justru lebih baik investasikan uang kepada salah satu bisnis yang terbukti berhasil,” sebut Ronald.

“Seperti misalnya kita mau buka 100 toko, tapi cobalah buktikan 1 toko itu terbukti berhasil,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *