Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

ASN yang Dipecat Menteri Satryo Ungkap Ketakutannya Terhadap Nasib Teman-temannya dan Akan Segera Lapor DPR

Neni Herlina, ASN yang dipecat oleh Menteri Satryo dari Kemendiktisaintek
Neni Herlina, ASN yang dipecat oleh Menteri Satryo dari Kemendiktisaintek (Foto: instagram.com/nies08)

Jabodetabek.Id – Senin, 20 Januari 2025, suasana berbeda terlihat di kantor Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). 

Sebanyak 235 pegawai kementerian itu menggelar aksi damai bertajuk “Senin Hitam”. 

Mereka mengenakan pakaian serba hitam sebagai simbol protes atas pemecatan Neni Herlina, seorang pegawai yang bertugas sebagai Pranata Humas Ahli Muda sekaligus Penjabat (Pj.) Rumah Tangga.

Pemecatan yang dialami Neni, menurut pengakuannya, dilakukan secara verbal oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Satryo Soemantri Brodjonegoro pada Jumat sore, 17 Januari 2025. 

Neni menjelaskan, insiden ini berawal dari permasalahan pergantian meja kerja yang diminta oleh istri Satryo.

“Saya merasa seperti sudah ditandai sejak pertama kali ada masalah soal meja itu. Meja tersebut berada di ruang beliau, dan saya hanya diminta menggantinya. Setelah itu, saya dipanggil dan diberi peringatan keras, ‘Kamu sekali lagi melakukan kesalahan, saya pecat kamu,'” ungkap Neni saat diwawancarai di sela-sela aksi.

Neni menuturkan, permintaan pergantian meja tersebut terjadi sesaat setelah Satryo dilantik sebagai Mendiktisaintek. 

“Permintaan itu datang dari istrinya, saat habis pelantikan, beliau langsung beres-beres di kantor,” katanya.

Hal yang membuat Neni merasa keberatan adalah cara penyampaian pemecatan tersebut, yang dilakukan di depan para staf dan bahkan pegawai magang. 

“Sudah keterlaluan, disampaikan di depan anak magang dan staf-staf saya. Rasanya tidak ada penghormatan sama sekali,” tambahnya.

Setelah kejadian tersebut, Neni mengaku diminta untuk pindah ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). 

“Saya disuruh keluar ke Dikdasmen. Bawa barang-barang kamu,” ungkapnya.

Lingkungan Kerja yang Mencekam

Neni menjelaskan bahwa sikap tersebut menciptakan rasa takut di kalangan pegawai lain. 

Ia menyebut bahwa banyak pegawai merasa cemas atas kemungkinan diperlakukan serupa.

“Saya tidak ingin kejadian ini berulang. Teman-teman saya bekerja dalam suasana mencekam. Jangan sampai ada Neni-Neni lainnya yang diperlakukan semena-mena seperti ini,” tegasnya.

Neni berharap aksi protes ini dapat memberikan perhatian publik terhadap apa yang terjadi di lingkungan Kemendiktisaintek. 

“Saya ingin keadilan ditegakkan. Bukan hanya untuk saya, tetapi juga untuk teman-teman saya yang merasa tidak aman bekerja,” tambahnya.

Langkah ke DPR

Dalam upaya mencari solusi, Neni mengaku telah menghubungi anggota Komisi X DPR RI, Ferdiansyah. 

“Sudah saya WA, saya bilang Insya Allah besok kami mau ke DPR,” ujarnya.

Neni juga mengungkapkan bahwa kasus ini telah menarik perhatian Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto. 

“Ada teman yang bilang, Bu Titiek Prabowo ingin bertemu saya. Ya sudah, saya jalani saja. Saya sudah kadung diusir, yang saya pikirkan sekarang adalah teman-teman saya,” katanya.

Pengalaman yang Tidak Terlupakan

Sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah lama mengabdi di Kemendiktisaintek,

Neni mengaku bahwa ini adalah pengalaman pertama yang begitu pahit selama kariernya.

“Saya sudah lama menjadi PNS. Baru kali ini saya diperlakukan seperti ini,” ucapnya.

Harapan untuk Masa Depan

Melalui aksi Senin Hitam ini, Neni dan rekan-rekannya berharap agar kejadian serupa tidak lagi terulang di masa depan. 

Mereka mendesak adanya perubahan yang signifikan dalam lingkungan kerja, termasuk menghormati hak dan martabat pegawai.

Aksi ini tidak hanya menjadi bentuk solidaritas, tetapi juga simbol perjuangan untuk menciptakan lingkungan kerja yang lebih adil, aman, dan manusiawi di Kemendiktisaintek.

“Kami ingin keadilan ditegakkan, agar tidak ada lagi pegawai yang diperlakukan semena-mena seperti ini,” pungkas Neni.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *