Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Kuasa Hukum Sebut Anak Baim Wong Sedang Jalani Terapi Psikologis, Ungkap karena Dampak Perceraian dengan Paula Verhoeven

Potret keluarga Baim Wong dan Paula Verhoeven sebelum berpisah
Potret keluarga Baim Wong dan Paula Verhoeven sebelum berpisah (Foto: instagram.com/baimwong)

Jabodetabek.Id – Perceraian antara Baim Wong dan Paula Verhoeven tak hanya menjadi sorotan publik, tetapi juga berdampak signifikan pada kesehatan mental kedua anak mereka yang masih di bawah umur. 

Saat ini, anak-anak mereka diketahui tengah menjalani terapi psikologis untuk mengatasi trauma yang dirasakan akibat perceraian tersebut.

Informasi ini disampaikan oleh Fahmi Bachmid, kuasa hukum Baim Wong, dalam sidang cerai lanjutan yang digelar di Pengadilan Agama (PA) Jakarta Selatan pada Rabu. 22 Januari 2025.

“Anak Baim sudah di psikolog. Trauma itu macam-macam isinya, yang jelas bagaimana sekarang kita memberikan yang terbaik untuk anak yang belum dewasa,” ujar Fahmi kepada wartawan.

Fahmi tidak menjelaskan secara rinci bentuk trauma yang dialami kedua anak kliennya. 

Namun, dia menegaskan bahwa anak-anak tersebut selalu merasa bahagia saat bersama Baim.

“Anak-anak dalam keadaan baik sama Baim Wong. Mereka sehat, tapi pada saat dibawa (ke Paula), itu urusan lain,” tambahnya.

Dalam persidangan hari itu, tim kuasa hukum Baim Wong menyerahkan bukti tambahan berupa video yang menunjukkan tanda-tanda trauma pada anaknya. 

Secara keseluruhan, pihak Baim telah menyerahkan 83 bukti selama proses persidangan.

Selain itu, dua saksi tambahan dihadirkan untuk memberikan keterangan mengenai dugaan perselingkuhan Paula Verhoeven. 

Para saksi mengungkapkan bahwa mereka pernah melihat Paula bersama seorang pria lain di waktu dan tempat yang dianggap tidak wajar.

“Pada intinya, dua saksi ini menjelaskan bahwa ada seorang wanita bersama laki-laki yang bukan suaminya di satu tempat, bahkan hingga dini hari,” jelas Fahmi.

Dampak Perceraian terhadap Anak

Kasus yang dialami anak-anak Baim Wong hanyalah salah satu contoh dari dampak perceraian terhadap anak. 

Penelitian menunjukkan bahwa perceraian orang tua dapat menimbulkan efek jangka panjang pada aspek psikologis, perilaku, akademik, dan sosial anak.

 1.Dampak Psikologis dan Kesehatan Mental

Anak-anak yang orang tuanya bercerai lebih rentan mengalami gangguan emosional, termasuk depresi, kecemasan, dan bahkan pemikiran untuk bunuh diri. 

Trauma akibat perceraian dapat meninggalkan luka psikologis mendalam yang memengaruhi perkembangan mental mereka.

2.Masalah Perilaku

 Studi menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga bercerai lebih rentan terhadap perilaku impulsif, agresif, dan kesulitan dalam membangun hubungan dengan teman sebaya. 

 Konflik dalam keluarga sering kali menjadi pemicu masalah ini.

3.Penurunan Prestasi Akademik

Perceraian juga berdampak pada performa akademik anak. 

Mereka cenderung kehilangan fokus dan motivasi belajar akibat gangguan emosional yang mereka alami. 

Anak-anak dari keluarga bercerai lebih sering mengalami kesulitan belajar dibandingkan mereka yang berasal dari keluarga utuh.

4.Dampak Sosial dan Hubungan Interpersonal

Pengalaman perceraian dapat memengaruhi kemampuan anak dalam membangun hubungan interpersonal di masa dewasa. 

Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak dari keluarga bercerai memiliki kadar oksitosin, hormon yang berperan dalam ikatan sosial, yang lebih rendah. 

Hal ini dapat menyulitkan mereka dalam menjalin hubungan yang sehat dan stabil di kemudian hari.

Pentingnya Dukungan bagi Anak-Anak dari Keluarga Bercerai

Efek perceraian pada anak sangat bervariasi, tergantung pada usia anak saat perceraian, tingkat konflik antara orang tua, dan dukungan sosial yang diberikan. 

Oleh karena itu, penting bagi orang tua, keluarga, dan profesional kesehatan untuk bekerja sama dalam mengatasi dampak negatif tersebut. 

Dukungan psikologis, seperti terapi, dapat membantu anak-anak mengatasi trauma dan kembali menjalani hidup dengan lebih baik.

Perceraian memang sering kali tak terhindarkan, tetapi memahami dan meminimalkan dampaknya pada anak adalah langkah penting untuk memastikan kesejahteraan mereka di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *