Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

Aman di Era Pemerintahan Joe Biden, Kini Pangeran Harry Hadapi Kemungkinan Dideportasi dari Amerika

Pangeran Harry dan Meghan Markle saat ini tinggal di Montecito, California
Pangeran Harry dan Meghan Markle saat ini tinggal di Montecito, California (Foto: Instagram.com/sussexroyal)

Jabodetabek.Id- The Heritage Foundation kembali mendesak pihak imigrasi untuk membuka file pengajuan visa tinggal Pangeran Harry.

Nile Gardiner dari Margaret Thatcher Center menyatakan kalau Pangeran Harry seharusnya diperiksa apakah ia melanggar aturan dan memalsukan keterangan untuk visanya.

Hal tersebut dimulai ketika Pangeran Harry memberikan keterangan dalam buku memoarnya berjudul Spare yang rilis pada 2023 lalu.

Dalam buku itu, Pangeran Harry mengakui kalau dirinya pernah mengonsumsi beberapa jenis narkoba seperti kokain, jamur psikedelik, dan ganja.

“Tentu saja, saya sedang mengonsumsi kokain saat itu,” ujarnya dalam buku tersebut.

“Di rumah seseorang, saat berburu di akhir pekan, saya ditawari dan sejak itu, saya mengonsumsi lebih banyak lagi,” imbuhnya.

Aturan imigrasi Amerika Serikat yang dimasalahkan The Heritage Foundation 

Dalam aturan imigrasi Amerika disebutkan kalau pemohon harus bersih dari rekam jejak penggunaan obat-obatan terlarang.

Jika ketahuan berbohong, maka pemohon akan menghadapi konsekuensi yang serius, termasuk deportasi.

Presiden Donald Trump saat kampanye pada Maret 2024 lalu pernah menyatakan kalau harus ada keputusan tegas

“Jika mereka tahu sesuatu tentang obat-obatan dan dia berbohong, mereka harus mengambil tindakan yang tepat,” ucap Trump kala itu.

Permintaan The Heritage Foundation membuka pengajuan visa Pangeran Harry

The Heritage Foundation sudah beberapa kali meminta imigrasi untuk membuka file pengajuan, namun ditolak oleh hakim Carl Nichols dari Pengadilan Distrik Amerika Serikat.

Disebutkan kalau tidak ada keinginan kuat dari publik untuk membuka dokumen tersebut, sehingga membuatnya tetap menjadi rahasia.

Pada Februari tahun lalu, mereka sudah menggugat untuk memeriksa apakah Pangeran Harry memberikan keterangan palsu dalam pengajuan visa.

Kemudian pada Oktober, lewat pengacaranya yakni Samuel Dewey kembali melayangkan gugatan.

Alasan langkah tersebut diambil karena sekaligus untuk menunjukkan sikap tegas dalam penerapan kebijaksanaannya.

Meghan Markle dan Pangeran Harry diduga punya hubungan baik dengan Joe Biden

Pangeran Harry dan Meghan Markle saat ini tinggal di Montecito, California bersama Archie dan Lilibet.

Keduanya menetap di Amerika setelah memutuskan untuk keluar dari Keluarga Kerajaan Inggris dan Meghan yang kini mulai kembali ke industri hiburan lagi.

Menjadi kontroversi baru apakah Pangeran Harry dan Meghan Markle mendapatkan perlakuan istimewa selama Joe Biden menjabat sebagai presiden.

Koneksi politik dan status selebritinya menjadi dugaan alasan tidak bisa dibukanya file pengajuan visanya.

Diketahui juga jika pada tahun 2023, Archewell Foundation mendonasikan 250 ribu dollar kepada organisasi nirlaba Ashley Biden.

Dana tersebut digunakan untuk mendukung perempuan yang terkena dampak trauma. 

Donasi itu mendatangkan kritikan yang membuat kecurigaan apakah akan berpengaruh pada persoalan imigrasi.

“Pemerintahan Biden berusaha keras untuk mencoba dan mencegah dirilisnya catatan Harry,” kata Nile Gardiner.

“Mereka bersama Archewell Foundation telah memberikan segala macam donasi dan menurut saya hal itu harus dicermati sepenuhnya,” imbuhnya.

“Saya pikir hal ini harus menjadi perhatian kongres yayasan mereka, ke mana dana tersebut disalurkan dan kepada siapa mereka menyumbang,” pungkasnya.

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *