Jabodetabek.id

Hadirkan Fakta-Realita dan Anti Hoax

3 Rencana Besar Trump-Netanyahu Soal Palestina hingga Arab Saudi, Salah Satunya Soal Relokasi Warga Gaza ‘Secara Permanen’

Potret Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Potret Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Foto: Instagram.com/@b.netanyahu)

Jabodetabek.Id- Sedang hangat diperbincangkan publik internasional terkait pertemuan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu dengan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump di Gedung Putih, Washington, D.C, pada Rabu, 5 Februari 2025.  

Dilansir dari Reuters, Netanyahu menyebut pertemuannya dengan Trump membahas isu-isu yang dianggap penting dan kritis yang dihadapi Israel.

Terkhusus, kemenangan atas Hamas, pembebasan semua sandera di Gaza, hingga teror Iran yang mengancam perdamaian di Timur Tengah.

“Keputusan yang kami buat dalam perang telah mengubah wajah Timur Tengah,” ucap Netanyahu di bandara sebelum keberangkatannya, pada Minggu, 2 Februari 2025.

“Saya percaya bahwa melalui kerja sama dengan Presiden Trump, kita dapat menggambarnya kembali lebih jauh dan menjadi lebih baik,” tambahnya.

Terkait hal ini, Netanyahu menuju AS di saat gencatan senjata di Jalur Gaza, Palestina, tengah berlangsung.

Pertemuan tersebut juga menjadikan Netanyahu sebagai pemimpin asing pertama yang mengunjungi Trump sejak orang nomor satu AS itu dilantik Januari 2025 lalu.

Di sisi lain, terdapat rencana-rencana yang akan dilakukan Trump terhadap Jalur Gaza. Berikut ini di antaranya:

1.Bangun Kembali Gaza yang Kini Hancur Akibat Perang

Dalam kesempatan yang sama, Trump selaku kepala negara di AS sekaligus sekutu Israel menuturkan pihaknya akan mengambil alih Jalur Gaza, Palestina.

Trump menegaskan, AS akan meratakan wilayah kota kecil di Palestina itu untuk dibangun kembali usai sebelumnya hancur akibat perang antara Israel-Hamas.

“AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami juga akan melakukan pekerjaan di sana,” kata Trump dalam konferensi pers usai bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih (White House), Washington, DC, pada Rabu, 5 Februari 2025.

Sambil berdiri di samping Netanyahu, Trump mengatakan Washington akan menguasai Jalur Gaza dan bertanggung jawab untuk membongkar seluruh bom berbahaya yang belum meledak serta memusnahkan seluruh senjata di area itu.

“Kami akan menyingkirkan bangunan yang hancur di Gaza, dan meratakannya,” tegasnya.

2.Relokasi Warga Gaza Secara Permanen

Dilansir dari AP News, Trump dalam kesempatan yang sama mencetuskan upaya relokasi warga Gaza secara permanen.

“AS mendukung relokasi warga Palestina di Jalur Gaza dengan mengatakan AS mendukung relokasi warga Gaza secara permanen,” cetus Trump.

AP News menyebut, pernyataan Trump telah melampaui gagasan sebelumnya yang telah ditolak mentah-mentah oleh para pemimpin negara Arab.

“Anda tidak bisa tinggal di Gaza sekarang, Anda memerlukan lokasi lainnya, permasalahan di Gaza tidak akan pernah selesai,” tegasnya.

Di sisi lain, Al Jazeera menyebut Trump dan para penasihat utamanya meyakini jangka waktu 3-5 tahun untuk rekonstruksi Gaza yang hancur akibat perang.

“Rekonstruksi Gaza itu tercantum dalam perjanjian gencatan senjata sementara, ‘tidak dapat dilaksanakan’,” terang Al-Jazeera dalam laporan berbeda, pada Rabu, 5 Februari 2025.

Mesir dan Yordania, serta negara-negara Arab lainnya, menolak gagasan Trump merelokasi 2,3 juta warga Gaza selama pembangunan kembali wilayah itu pascaperang. 

Terkini, sejumlah pejabat senior pemerintahan Trump terus menekankan pentingnya relokasi warga Palestina atas dasar kemanusiaan.

3.Netanyahu Yakin Perdamaian Israel vs Arab Saudi akan Terjadi

Selama berbulan-bulan, AS telah memimpin upaya diplomasi untuk membujuk Saudi menormalisasi hubungan dengan Israel dan mengakui negara Yahudi tersebut. 

Dilansir dari Reuters, upaya diplomasi itu melibatkan tawaran pakta pertahanan dan bantuan AS dalam program nuklir sipil Arab Saudi sebagai imbalannya.

Perundingan itu pun gagal setelah perang yang berkecamuk di Jalur Gaza sejak Oktober 2023, membuat Riyadh mengesampingkan isu normalisasi di tengah kemarahan negara Arab atas rentetan serangan Israel terhadap daerah di Palestina.

Pihak Arab Saudi pun menegaskan pihaknya tidak akan menormalisasi hubungan dengan Israel tanpa adanya pembentukan negara Palestina.

Di sisi lain, Netanyahu dan jajaran pemerintahannya di Tel Aviv diketahui menentang keras pembentukan negara Palestina.

Berkaca dari hal itu, Netanyahu selaku PM Israel kini menuturkan keyakinannya akan mencapai kesepakatan perdamaian dengan Arab Saudi.

Dalam pertemuannya dengan Trump, Netanyahu menegaskan dirinya berkomitmen untuk mewujudkan normalisasi hubungan dengan Riyadh.

“Saya pikir perdamaian antara Israel dan Arab Saudi tidak hanya mungkin dilakukan, saya pikir hal itu akan terjadi,” ucap Netanyahu saat berbicara dalam konferensi pers bersama Trump di Gedung Putih, AS, pada Rabu, 5 Februari 2025.

Selain itu, Netanyahu mengatakan Trump akan membantu upaya normalisasi antara Israel dan Arab Saudi.

“Saya berkomitmen untuk mencapainya. Dan saya tahu presiden berkomitmen untuk mencapainya. Dan saya pikir kepemimpinan Saudi tertarik untuk mencapainya,” terang Netanyahu.

“Kami akan berusaha dengan baik. Dan saya pikir kami akan berhasil,” tandasnya.

 

 

 

 

 

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *